edisiana.com – Real Betis menepati janji. Tim asuhan Manuel Pellegrini melangkah ke babak 16 besar Copa del Rey setelah menaklukkan Real Murcia 0-2 pada Kamis malam di Stadion Enrique Roca, dalam laga yang sarat emosi dan sejarah.
Malam itu bukan sembarang malam. Melansir MD menyebutkan 31.436 penonton memadati stadion—rekor kehadiran baru—dan menciptakan atmosfer yang mengguncang Murcia dari menit pertama.
Pertandingan berlangsung keras dan sengit. Betis mengambil inisiatif, dan keunggulan datang lewat momen krusial. Menit ke-30, Cucho Hernández dengan dingin mengeksekusi penalti setelah handball jelas Alberto González. Sunyi sejenak, lalu keunggulan hijau-putih.
Betis hampir menggandakan skor. Aitor Ruibal melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi Diego Piñeiro tampil heroik di bawah mistar.
Murcia bertahan, Betis menekan. Dan tekanan itu akhirnya mematahkan perlawanan. Sebuah insiden pahit bagi tuan rumah: gol bunuh diri Diego Piñeiro justru mengubah skor menjadi 0-2. Sepak bola bisa kejam—dan malam itu tak berpihak pada Murcia.
Tuan rumah belum menyerah. Jorge Mier mendapat peluang emas dari tengah kotak penalti, namun Adrián tampil sigap, menutup semua harapan comeback.
Peluit akhir berbunyi. Betis menang. Betis melaju. Di tengah lautan manusia dan tekanan tanpa henti, Pellegrini dan pasukannya kembali membuktikan mental Copa.Perjalanan berlanjut. Mimpi tetap hidup.(maq)










