Operasi Besar di Waduk Duriangkang! Gulma Dibabat, Ekosistem Diselamatkan

Pegawai Badan Usaha SPAM dan Fasling kembali melakukan aksi pembersihan eceng gondok di waduk Duriangkang. Foto: Humas

edisiana.com – Aksi tak biasa terjadi di Waduk Duriangkang. Gulma yang selama ini menutupi permukaan air—mulai dari eceng gondok hingga putri malu—dibersihkan habis. Tidak hanya soal merapikan permukaan waduk, tetapi juga soal membangun kesadaran: waduk ini harus dijaga.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa operasi ini adalah komitmen nyata BP Batam dalam merawat ekosistem waduk. “Ini bukan aksi sekali lewat. Ini komitmen,” ujarnya penuh penekanan.

Dan komitmen itu penting. Waduk Duriangkang adalah jantung air Batam, waduk terbesar yang memegang peran vital dalam penyediaan air bersih.

Tetapi pertumbuhan gulma yang liar kerap menutupi permukaan, menghambat sirkulasi, dan mengancam kualitas air. Situasi yang tak bisa dibiarkan lebih lama.

“Kami mengajak seluruh komponen daerah dan masyarakat bergerak bersama merawat waduk-waduk kita,” tegas Ariastuty. Ajakan yang terdengar seperti seruan wajib bagi siapa pun yang mengandalkan air bersih di kota ini.

Ariastuty tidak berhenti di situ. Menurutnya, menjaga waduk bukan hanya soal teknis lapangan, melainkan tanggung jawab kolektif untuk memastikan ketahanan air Batam—hari ini, esok, dan seterusnya. Edukasi publik dan kolaborasi lintas sektor disebutnya sebagai kunci kemenangan dalam ‘pertandingan’ jangka panjang ini.

Tidak hanya Duriangkang, operasi bersih-bersih serupa juga telah dilakukan di Waduk Tembesi dan Rempang. Bukti bahwa BP Batam benar-benar bermain total di semua lini.

Waduk-waduk ini adalah aset vital. Tiang utama distribusi air bersih Batam. Karena itu, pembersihan rutin bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan strategi penting untuk memastikan ekosistem tetap sehat dan sistem air tetap stabil.

“Menjaga waduk dan daerah tangkapan air adalah hal krusial. Semua ini demi memastikan pasokan air baku tetap stabil dan memenuhi standar,” tutup Ariastuty.(*)

Exit mobile version