Elche Mengamuk di Cornellà, Sepuluh Pemain Bungkam Espanyol

Pemain Elche merayakan kemenangan pertama musim ini. Foto: via MD

edisiana.com – Malam kelam menyelimuti Cornellà-El Prat. Elche CF berhasil mengamankan kemenangan pertamanya musim ini setelah menaklukkan RCD Espanyol dengan skor 3-1.

Yang membuat kemenangan ini semakin istimewa, Elche harus bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari 80 menit setelah Federico Redondo diganjar kartu merah.

Namun, kekurangan jumlah pemain justru tidak membuat pasukan asuhan Sebastián Beccacece kehilangan keberanian.

Datang sebagai penghuni dasar klasemen, Elche justru tampil dengan motivasi besar untuk bangkit dari keterpurukan. Sebaliknya, Espanyol berada dalam situasi yang tidak menguntungkan dan gagal memanfaatkan kondisi lawan.

Elche membuka keunggulan pada menit ke-26. Fer Niño menerima umpan Roy Revivo dan melepaskan tembakan yang mengarah ke bagian atas tengah gawang. Bola meluncur deras dan mengubah skor menjadi 1-0.

Hanya tiga menit berselang, kombinasi yang sama kembali menjadi mimpi buruk bagi Espanyol.

Revivo kembali menjadi penyedia assist dari sisi kanan kotak penalti. Fer Niño menyambutnya dengan sepakan terukur ke sudut kanan bawah gawang. 2-0 untuk Elche.

Espanyol memasuki babak kedua dengan tekanan yang jauh lebih besar. Bermain menghadapi sepuluh pemain, tuan rumah mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengejar ketertinggalan.

Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Víctor Chust melakukan gol bunuh diri. Espanyol memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 dan membuat pertandingan kembali terbuka.

Namun Elche tidak panik. Dalam sebuah serangan balik cepat, Germán Valera muncul sebagai mimpi buruk terakhir Espanyol. Serangan balik mematikan itu menghasilkan gol ketiga Elche sekaligus memastikan tiga poin dibawa pulang dari Cornellà.

Peluit akhir berbunyi dengan papan skor menunjukkan Espanyol 1-3 Elche.

Elche akhirnya meraih kemenangan pertamanya musim ini. Tiga poin yang sangat berharga, meski mereka masih harus berjuang di zona degradasi.

Bermain dengan sepuluh pemain selama sebagian besar pertandingan, Elche justru menunjukkan bahwa semangat untuk bangkit belum padam.(maq)

Exit mobile version