edisiana.com – Bintang Newcastle Sandro Tonali siap menghadapi mantan klubnya AC Milan. Sebab dirinya sudah beradaptasi dengan kLub dari Timur Laut itu.
Gelandang berusia 23 tahun itu tiba di Tyneside dengan nilai £52 juta musim panas ini saat Newcastle memperkuat skuad ini menjelang kembalinya Liga Champions.
“Musim panas ini sulit dan saya mengalami awal yang sulit. Pada awalnya tidak mudah untuk menemukan tempatku, tapi aku telah menemukan orang-orang yang mendukungku dan membantuku dan aku mulai menjadi lebih bahagia,” ucap Tonali seperti dilansir Daylimail pada Selasa ini.
“Bos Howe dan rekan satu tim saya sangat hebat. Mereka membantu saya dalam kehidupan pribadi dan profesional saya. Mereka telah membantu saya menetap. Bahasa pada awalnya sangat-sangat sulit bagi saya, berkomunikasi dengan orang-orang yang menurut saya sangat sulit, tetapi menjadi lebih mudah dan saya sangat senang. Ini menjadi lebih mudah,” tambahnya menjelaskan.
Gelandang Italia ini tidak membuang waktu untuk mencicipi beberapa kehidupan malam kota – dengan mampir ke Wetherspons setempat.
Tonali berfoto di pub The Job Bulman di Gosforth setelah melakukan debutnya di Liga Inggris dengan kemenangan 5-1 melawan Aston Villa.
“Setelah pertandingan melawan Villa saya bertanya kepada orang-orang tentang tempat dan restoran untuk menghabiskan malam bersama keluarga saya. Saya tidak menerima jawaban yang saya harapkan. Saya menghabiskan malam di sebuah pub di kota saya. Anda biasanya tidak pergi ke pub bersama keluarga, tetapi itu adalah malam yang istimewa! Seru!” paparnya.
Meski diakuinya akan terasa aneh kembali ke klub yang didukungnya, namun ia mengatakan hal itu tidak akan menjadi masalah begitu peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan.
“Saya pikir saya akan merasakan emosinya besok sebesar 90 persen. Hari ini 10 persen,” ujarnya Tonali.
“Saya telah bertemu dengan beberapa orang yang saya kenal di Milan dan telah berhubungan dengan mereka. Itu adalah emosi yang sulit karena hal itu tidak terjadi sepanjang waktu dalam sepak bola,” tuturnya.
Mereka spesial dan saya akan mengingatnya selamanya. Ini adalah tim yang saya dukung dan tim yang memberi saya kesempatan untuk sukses.
Menurutnya, segalanya telah berubah total. Dan saat ini dia sebagai rival, dan harus bisa mengatasinya.
“Tapi ini akan menjadi masalah yang lebih besar bagi ayahnya yang merupakan penggemar fanatik Milan. Saya tidak tahu siapa yang akan dia dukung. Saya berharap dia akan mendukung saya tetapi sangat sulit mengubah pikiran suporter tentang timnya,” terang Tonali.
“Saya pikir dia akan mendukung Milan dan mendukung saya. Mungkin dia ingin hasil imbang?” pungkasnya.(maq)
Tonali Siap Melawan Mantan Klubnya
