edisiana.com – Harapan Zinedine Zidane untuk menangani tim nasional Prancis kini menjadi kenyataan. Setelah lima namanya selalu dikaitkan dengan kursi pelatih Les Bleus, legenda berusia 54 tahun itu akhirnya mengambil alih tongkat estafet dari Didier Deschamps.
Namun, Zidane tidak mewarisi tim yang sedang berada di puncak kejayaan. Sebaliknya, ia datang pada saat Prancis tengah mengalami salah satu periode paling mengecewakan dalam beberapa tahun terakhir.
Tantangan pertamanya jelas: mengembalikan Les Bleus ke jalur kemenangan dan membangun kembali mental juara yang sempat menjadi identitas mereka.
Kekalahan Prancis dari Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia menjadi titik balik dalam sejarah sepak bola negara itu.
Les Bleus tidak hanya harus puas finis di posisi keempat setelah kalah 6-4 dalam pertandingan yang penuh drama, tetapi juga menutup turnamen dengan performa yang jauh dari standar yang mereka tetapkan sendiri dalam dua edisi sebelumnya.
Kontrasnya sangat mencolok. Menurut MD, di Rusia 2018, Prancis berdiri di puncak dunia setelah menjuarai Piala Dunia.
Empat tahun kemudian di Qatar 2022, mereka masih mampu mencapai final sebelum menyerah kepada Argentina melalui adu penalti dalam salah satu partai puncak paling ikonik sepanjang sejarah.
Kini, mereka meninggalkan turnamen tanpa medali dan dengan banyak pertanyaan mengenai arah tim.
Didier Deschamps mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih tersukses kedua dalam sejarah Prancis setelah membawa satu gelar Piala Dunia, satu trofi UEFA Nations League, serta tampil di tiga final turnamen besar.
Namun, siklus panjangnya akhirnya mencapai akhir, dan federasi memilih memulai babak baru bersama sosok yang selama ini dianggap sebagai penerus ideal.
Bagi Zidane, pekerjaan yang menanti tidak ringan. Selain harus mengembalikan kepercayaan diri skuad, ia juga dituntut melakukan regenerasi tanpa menghilangkan daya saing tim yang masih dihuni banyak pemain kelas dunia.
Pengalaman suksesnya bersama Real Madrid, termasuk mempersembahkan tiga gelar Liga Champions secara beruntun, menjadi modal besar untuk menghadapi tantangan tersebut.
Kini, semua mata tertuju pada “Zizou”. Di tengah kekecewaan yang menyelimuti sepak bola Prancis, hadir keyakinan bahwa salah satu ikon terbesar mereka adalah sosok yang tepat untuk membuka lembaran baru.
Era Deschamps telah berakhir, dan era Zidane resmi dimulai dengan satu misi besar: mengangkat kembali Les Bleus ke tempat yang mereka yakini sebagai rumah mereka, yakni puncak sepak bola dunia.(maq)
