Spurs dan Chelsea Sama-Sama Terluka, Duel Stamford Bridge Jadi Penentu Nasib

Pemain Chelsea frustasi menghadapi Nottingham Forest di kandang sendiri. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Derby London antara Chelsea FC melawan Tottenham Hotspur FC pada Selasa malam waktu setempat dipastikan berlangsung dalam suasana penuh tekanan.

Kedua tim sama-sama berada dalam performa buruk jelang bentrok di Stamford Bridge.

Spurs datang dengan ancaman degradasi yang nyata. Sementara itu, The Blues juga tidak dalam kondisi ideal setelah dipastikan gagal tampil di kompetisi Eropa musim depan.

Situasi bisa berubah bagi tim asuhan Roberto De Zerbi apabila mampu membawa pulang kemenangan dari markas Chelsea.

BACA JUGA:  Bellingham Sudah Cari Rumah di Madrid

Tiga poin akan cukup untuk mengamankan posisi Tottenham di Premier League musim depan.

Bahkan, hasil imbang sebenarnya sudah realistis bagi Spurs mengingat mereka unggul selisih gol atas West Ham United FC yang berada di zona merah.

Di sisi lain, Chelsea juga sedang kehilangan arah. Hubungan antara suporter dengan pemilik klub dan para pemain disebut mulai renggang setelah rangkaian hasil mengecewakan musim ini.

The Blues kini tertahan di posisi ke-10 klasemen. Mereka juga baru saja menelan kekalahan di final Piala FA.

BACA JUGA:  Ini Kekalahan Pahit, Saya Sangat Kecewa

Namun, secercah optimisme mulai muncul setelah klub menunjuk Xabi Alonso sebagai manajer baru pada Minggu lalu.

Kemenangan atas Spurs diyakini bisa menjadi pelipur lara bagi publik Stamford Bridge.

Selain itu, hasil tersebut juga akan memaksa De Zerbi dan anak asuhnya melanjutkan perjuangan bertahan hidup hingga laga kandang terakhir menghadapi Everton FC.

Melansir BBC menyebutkan Chelsea pernah mengalami momen serupa pada 2016. Saat itu, mereka menggagalkan peluang Tottenham meraih gelar Premier League setelah bermain imbang di Stamford Bridge dalam musim sulit.(maq)