Neymar Mencetak Gol, Santos Tetap Tumbang dan Juan Pablo Vojvoda Dipecat

Neymar mencetak gol tapi tak bisa membangkitkan timnya. Foto: via MD

edisiana.com – Kekalahan pahit mengguncang Santos pada Kamis pagi. Meski Neymar sempat memberi harapan lewat gol dari titik penalti, tim asal Vila Belmiro itu tetap tumbang 1-2 di tangan Independiente.

Gol Neymar terasa seperti sekilas cahaya di tengah malam yang kelam. Sang bintang tidak gagal dari jarak 12 pas, menunjukkan ketenangan yang telah menjadi ciri khasnya sepanjang karier.

Namun, upaya tersebut tak cukup untuk menyelamatkan Santos dari kekalahan yang pada akhirnya memicu konsekuensi besar di internal klub.

BACA JUGA:  CEO Liga Premier Ogah Nonton City Versus West Ham

Tak lama setelah peluit akhir dibunyikan, keputusan tegas langsung diambil. Juan Pablo Vojvoda resmi diberhentikan dari kursi pelatih.

Hasil buruk ini menjadi puncak dari tekanan yang telah menumpuk dalam beberapa pekan terakhir.

Di level manajemen, situasi bahkan lebih panas. Presiden klub Marcelo Teixeira bersama CEO Alexandre Mattos memilih langkah ekstrem: menangguhkan operasional klub untuk sementara waktu.

Hal itu menjadi sebuah keputusan yang mencerminkan besarnya tekanan internal yang sedang melanda.

Di tengah kekacauan itu, Neymar justru membuka refleksi pribadi tentang masa depannya. Penyerang yang pernah bersinar bersama FC Barcelona dan Paris Saint-Germain itu mengisyaratkan bahwa Piala Dunia 2026 bisa menjadi panggung terakhirnya bersama tim nasional Brasil.

BACA JUGA:  Banyak Jagokan Messi, Deschamps Bilang: Saya Merasa Tak Terganggu, Tu

“Saya tidak akan menjadi Neymar seperti sepuluh tahun lalu. Saya tidak akan menjadi seperti itu. Sangat berbeda. Hari ini saya telah meningkatkan permainan saya dengan caranya. Bagi saya, adalah hal yang diperlukan,” ujarnya dikutip dari MD pada hari ini.

Sebuah malam yang meninggalkan luka bagi Santos, sekaligus membuka bab baru—baik untuk klub maupun untuk Neymar, yang mulai menatap garis akhir dari perjalanan gemilangnya.(maq)