Dendam Kembali Membara di Semifinal Piala Dunia Spanyol Versus Prancis

Merino selebrasi usai mencetak gol kemenangan untuk Spanyol melawan Belgia. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Prancis kembali menembus semifinal Piala Dunia untuk ketiga edisi secara beruntun. Setelah menjadi juara pada 2018, Les Bleus kini memburu tiket ke final dengan menghadapi juara Eropa, Spanyol.

Pertemuan kedua tim dipastikan menghadirkan aroma balas dendam. Dalam dua perjumpaan terakhir di ajang resmi, Prancis selalu kalah dari La Roja. Menurut Sport Mole, mereka takluk 1-2 pada semifinal Euro 2024, sebelum Spanyol melaju hingga menjadi juara. Setahun berselang, Prancis kembali menyerah 4-5 pada final UEFA Nations League.

Dalam laga dramatis tersebut, Kylian Mbappe sempat mencetak gol lewat titik penalti. Namun, Lamine Yamal tampil gemilang dengan dua gol, sementara Mikel Merino ikut menyumbang satu gol untuk memastikan kemenangan Spanyol.

BACA JUGA:  Casemiro Kabur dari Old Trafford

Merino kembali menjadi sosok penting dalam perjalanan La Roja di Piala Dunia kali ini. Gelandang Arsenal itu mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak gol kemenangan dalam dua pertandingan fase gugur Piala Dunia setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Sebelumnya, Merino juga menjadi pahlawan saat Spanyol menyingkirkan Portugal pada babak 16 besar. Kini, ia kembali diharapkan menjadi pembeda ketika La Roja menghadapi Prancis pada laga perebutan tiket final.

BACA JUGA:  Antony Sudah Cari Rumah dì Manchester

Bagi Spanyol, ini menjadi semifinal Piala Dunia pertama sejak edisi 2010 di Afrika Selatan, ketika mereka sukses meraih gelar juara dunia untuk pertama kalinya. Berstatus sebagai juara bertahan Eropa, pasukan Luis de la Fuente datang dengan kepercayaan diri tinggi berkat konsistensi performa mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Catatan Spanyol di laga-laga besar juga terbilang impresif. Sejak Piala Dunia 2018, La Roja terus menunjukkan perkembangan hingga menjelma sebagai salah satu tim paling stabil di level internasional. Kini, tantangan berikutnya adalah menghentikan langkah Prancis demi menjaga asa meraih gelar dunia kedua.(maq)