edisiana.com – Persaingan gelar Premier League musim 2025–26 semakin memanas. Manchester City kini berada dalam posisi yang sangat menguntungkan untuk menyalip Arsenal di puncak klasemen.
Saat ini, City tertinggal lima poin dari Arsenal. Namun, pasukan Pep Guardiola memiliki satu pertandingan lebih sedikit dibandingkan sang rival. Artinya, peluang untuk memangkas jarak bahkan mengambil alih posisi teratas terbuka lebar.
Terlebih lagi, The Sky Blues masih akan menjamu Arsenal di Etihad pada bulan April—sebuah laga yang berpotensi menjadi penentu gelar.
Performa Arsenal sendiri sedang kurang meyakinkan. Dari tujuh laga terakhir liga, The Gunners hanya mampu meraih dua kemenangan, empat hasil imbang, dan satu kekalahan. Inkonsistensi ini membuat keunggulan mereka di puncak klasemen kian tergerus.
Beruntung bagi Arsenal, City juga sempat tersendat dengan gagal meraih kemenangan dalam lima dari delapan pertandingan terakhir mereka di liga.
Namun, momentum perebutan gelar kini terasa telah bergeser ke kubu Citizens, terutama setelah kemenangan impresif mereka di Anfield melawan Liverpool pada 8 Februari lalu.
Dalam laga tersebut, City menunjukkan mental juara dengan bangkit dari ketertinggalan 1-0 hingga akhirnya membalikkan keadaan. Kemenangan di salah satu stadion tersulit di Inggris itu menjadi bukti karakter kuat tim asuhan Guardiola.
Sebaliknya, Arsenal justru memperlihatkan sisi rapuh saat menghadapi Wolverhampton Wanderers tengah pekan lalu. Performa yang tidak konsisten membuat tekanan semakin besar jelang rangkaian laga berat yang sudah menanti.
Dalam beberapa pekan ke depan, Arsenal akan menghadapi dua Derby London krusial, yakni melawan Tottenham Hotspur pada hari Minggu dan Chelsea pada 1 Maret. Dua pertandingan ini berpotensi menjadi batu sandungan serius dalam perburuan gelar.
Sementara itu, melansir Sport Mole, City dijadwalkan menghadapi Newcastle United dan Leeds United dalam dua laga liga berikutnya. Menariknya, mereka sudah dua kali menaklukkan The Toon sepanjang 2026, memberi kepercayaan diri tambahan jelang pertemuan berikutnya.
Secara jadwal, Arsenal terbilang sedikit lebih diuntungkan pada sisa musim. Dari sembilan laga terakhir, hanya City—yang akan mereka hadapi di Etihad—yang berasal dari tujuh besar klasemen.
Sebaliknya, City harus berhadapan dengan tiga tim lima besar dan empat tim tujuh besar dalam 10 pertandingan terakhir mereka.
Jika Arsenal mampu menjaga konsistensi dan mempertahankan keunggulan tipis hingga pekan-pekan akhir musim, peluang juara tetap berada di tangan mereka.
Namun satu hal yang pasti: mereka tak boleh lagi kehilangan poin, terutama dalam dua Derby London yang akan datang.
Perburuan gelar kini benar-benar berada di titik krusial—dan sedikit saja kesalahan bisa mengubah segalanya.(maq)









