edisiana.com – Sassuolo Calcio harus menelan kekalahan pahit 2-3 dari US Lecce dalam laga sengit Serie A, Ahad malam.
Meski kalah, Sassuolo tetap menutup pekan di posisi ke-11 klasemen, sementara Lecce berhasil keluar dari tekanan zona merah berkat kemenangan dramatis ini.
Lecce tampil dengan urgensi tinggi sejak menit pertama. Tim tamu sadar tiga poin menjadi harga mati demi menjaga asa bertahan di Serie A. Tekanan demi tekanan langsung diarahkan ke lini belakang Sassuolo.
Peluang pertama hadir melalui aksi Lameck Banda, namun upayanya masih mampu diamankan kiper Sassuolo, Stefano Turati.
Dominasi Lecce akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-14.
Walid Cheddira membuka keunggulan lewat sepakan kaki kanan dari tengah kotak penalti yang meluncur deras ke sudut kiri bawah gawang.
Namun respons Sassuolo datang sangat cepat. Enam menit berselang, Armand Laurienté menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah menyelesaikan umpan matang dari Pedro Obiang dengan tendangan akurat ke sudut kanan bawah.
Laga berubah menjadi pertarungan terbuka. Lecce kembali unggul ketika Cheddira mencetak gol keduanya malam itu. Sundulan tajam sang penyerang sukses menaklukkan Turati dan membawa tim tamu memimpin 2-1.
Saat pertandingan tampak akan ditutup untuk keunggulan Lecce, Sassuolo kembali bangkit. Menjelang akhir babak kedua, Andrea Pinamonti mencetak gol penyeimbang dan membuat publik tuan rumah kembali berharap.
Akan tetapi, drama sesungguhnya hadir di detik-detik akhir pertandingan. Nikola Stulic muncul sebagai pahlawan Lecce setelah mencetak gol kemenangan lewat tembakan keras ke tengah gawang yang gagal dibendung Turati.
Kemenangan emosional ini mengangkat Lecce ke posisi ke-17 klasemen Serie A, sementara Sassuolo tetap tertahan di peringkat ke-11.(maq)
