edisiana.com – Indonesia punya peluang menang otomatis 3-0 jika Bahrain tidak mau bermain di Indonesia pada tahun depan dan FIFA menolak permohonan mereka.
Melansir BBC, pada Kamis ini, Asosiasi Sepak Bola Bahrain (BFA) mengatakan tim nasional Bahrain tidak akan bermain pertandingan kedua kualifikasi Piala Dunia di Indonesia. Hal itu demi melindungi keselamatan tim.
Pernyataan itu dikeluarkan karena para pemain negara Teluk menjadi sasaran netizen dari penggemar Indonesia menyusul hasil imbang kontroversial 2-2 antara tim kedua negara pekan lalu,
Pelecehan tersebut memicu tanggapan keras dari BFA, yang harus menonaktifkan komentar di postingan media sosialnya.
BFA juga mengatakan situs webnya berulang kali menjadi sasaran peretas di Indonesia. “BFA mengungkapkan keterkejutannya atas berbagai ancaman yang diterima oleh anggota tim di akun media sosial mereka. Sebuah langkah yang mencerminkan ketidakpedulian masyarakat Indonesia terhadap nyawa manusia,” katanya dalam pernyataan yang diposting di Instagram seperti dilansir BBC pada hari ini.
Oleh karena itu, BFA mengatakan pihaknya telah meminta pertandingan kedua di Jakarta untuk dipindahkan ke luar Indonesia karena takut membahayakan nyawa anggota timnya.
Dalam laporan itu, juga menjelaskan BFA telah mengajukan permohonan ke FIFA untuk memindahkan pertandingan tersebut ke venue di luar Indonesia.
Rencananya laga kedua dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Maret tahun depan.
Dan jika permintaan BFA ditolak dan Bahrain menolak memainkan pertandingan tersebut, maka Indonesia otomatis menang 3-0. Akankah Indonesia menang WO (walkover)?
Sementara pada laga pertama yang diselenggarakan di Bahrain yang berakhir 2-2 dicederai oleh oleh wasit Ahmed Al Kaf yang kontraversial.
Yang mana official pertandingan memberikan tambahan waktu hanya enam menit setelah waktu normal. Namun wasit dari memberikan 10 menit.
Hingga menit ke-99 Bahrain mencetak gol keduanya untuk menyamakan kedudukan. Padahal pertandingan di babak kedua berjalan dengan normal.
Kontroversi itu memantik kemarahan nitizen Indonesia hingga menyerbu media sosial sang wasit. Sementara di lapangan manajer Indonesia juga mengajukan protes.
Bahkan PSSI menyatakan telah mengajukan keluhan resmi kepada FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
“Kami sangat kecewa dengan wasit. Sepertinya mereka memperpanjang waktu tambahan hanya untuk memungkinkan Bahrain mencetak gol penyeimbang,” kata anggota eksekutif PSSI Arya Sinulingga.(maq)
