Berkah Lockdown, Sejumlah Perusahaan Kebanjiran Order

903
Salah satu kawasan industri di Batam.

Batam, edisiana.com Adanya lockdown di beberapa negara membawa berkah pada perusahaan di Kepulauan Riau. Sejumlah perusahaan mengalami kebanjiran order.

Koordinator Wilayah Batam dan Karimun Himpunan Kawasan Industri Kepri (HKI), Tjaw Hioeng, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi pimpinan daerah di Kepri dan Batam terkait program vaksinasi terhadap pekerja industri.

Program vaksinasi ini sangat berperan penting dalam peningkatan herd immunity di Kota Batam, yang mana target dari pimpinan daerah pada akhir Juli 2021 dapat tercapai 70 persen. Ini sangat bagus untuk meningkatkan rasa percaya diri dan rasa aman dari Covid-19.

BACA JUGA:  Hilangkan Kemacetan, BP Batam Mulai Bangun Fly Over Sei Ladi

Tjaw Hioeng menambahkan, HKI mendukung program vaksinasi tersebut. Bersama Disnaker dan Dinkes, HKI menyampaikan data dari setiap pengelola kawasan industri akan melaksanakan vaksinasi di wilayah perusahaan masing-masing.

“Sampai saat ini sudah sekitar 75 persen dari pekerja industri telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Walaupun kadang-kadang agak sulit menjadwalkan kegiatan ini karena perusahaan sedang kebanjiran order akibat lockdown di beberapa negara pesaing kita,” ujar Tjaw Hioeng dalam rilisnya Jumat kemarin.

BACA JUGA:  Raih Nilai 94,15, BP Batam Dianugerahi Badan Publik Informatif

Tjaw Hioeng juga mengatakan, HKI tetap optimis dan berharap ke depan industri di Batam dan Kepri terus berjalan meski dalam masa pandemi.

Harapan ini cukup berdasar melihat data BPS, ekspor dari Kepri maupun Batam cukup bagus dan signifikan, bahkan dalam kurun waktu 5 tahun ke belakang.

“Ini menggambarkan bahwa di masa pandemi Covid-19 ini justru ekspor kita naik. Kepri pada periode Januari sampai dengan Mei 2021 naik sekitar 32.06 prersen dari periode yang sama di tahun 2020, ” terang Ayong sapaan akrabnya.

BACA JUGA:  Menang Lelang, Angkasa Pura I Pegang Masa Konsesi 25 Tahun

Dan Batam periode pada periode Januari sampai dengan Mei 2021, imbuhnya, naik sekitar 18 persen dari periode sebelumnya.

“Ini disebabkan banyak negara yang melakukan lockdown sehingga orderan dari sister company mereka di negara-negara tersebut dialihkan ke Batam. Kita juga berterima kasih kepada BP Batam yang terus memantau perusahaan-perusahaan industri agar tetap menjalankan Prokes yang ketat di masa pandemi ini,” pungkas Ayong. (maq)

BAGIKAN