Bola  

Calcio di Titik Nol: Tanpa Wakil di Semifinal Eropa, Italia Kian Tenggelam

Pemain Bologna memberikan semangat kepada pendukungnya kendati tersingkir dari liga eropa. Foto: via MD

edisiana.com – Kejatuhan sepak bola Italia di kancah Eropa kembali terasa pahit. Jumat ini menjadi hari yang kelam bagi wakil Serie A, setelah Bologna tersingkir dari Liga Europa dan Fiorentina gagal melangkah lebih jauh di Conference League.

Hasil tersebut memastikan satu hal yang sulit diterima: untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada satu pun tim Serie A yang berhasil menembus semifinal kompetisi Eropa musim ini.

Sebuah kenyataan yang menempatkan sepak bola Italia dalam sorotan tajam, seolah mengikuti jejak tim nasional Italia—yang dikenal sebagai Azzurri—yang juga absen dari panggung terbesar dunia.

Kontrasnya terasa begitu mencolok jika menoleh ke belakang. Dalam tiga musim terakhir, Italia selalu mampu mengirim setidaknya dua wakil ke semifinal kompetisi Eropa.

Bahkan pada 2023, dominasi mereka mencapai puncaknya dengan lima tim menembus fase tersebut—sebuah pencapaian yang sempat menghidupkan kembali romantisme kejayaan calcio di mata publik.

Kini, narasi itu berubah drastis. Eliminasi Bologna dan Fiorentina bukan sekadar hasil buruk, tetapi simbol dari kemunduran yang lebih dalam.

Klub-klub Italia tampak kehilangan konsistensi, daya saing, dan mungkin juga identitas yang dulu membuat mereka ditakuti di Eropa.

Lebih mengkhawatirkan lagi, situasi ini berjalan paralel dengan krisis di level internasional. Melansir MD, menyebutkan kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia dalam tiga edisi berturut-turut menjadi latar belakang yang semakin mempertegas bahwa masalahnya bersifat struktural, bukan kebetulan semata.

Sepak bola Italia kini berada di persimpangan jalan. Antara nostalgia kejayaan masa lalu dan tuntutan untuk berbenah di masa kini.

Dan pertanyaannya jelas: apakah ini hanya fase transisi atau tanda bahwa calcio sedang kehilangan tempatnya di elit sepak bola Eropa?(maq)

Exit mobile version