edisiana.com – Luis Enrique bersyukur tidak bertemu tim Inggris di perempat final Liga Champions. Melainkan Barcelona, mantan timnya.
Dari hasil undian pada Jumat lalu, perwakilan Inggris Arsenal menghadapi Bayern Munich dan juara bertahan Manchester City menghadapi pemimpin La Liga Real Madrid.
PSG, yang menyingkirkan Real Sociedad di babak 16 besar, akan menghadapi Barca Atletico Madrid, yang berada di peringkat keempat La Liga, akan menghadapi Borussia Dortmund, yang berada di peringkat kelima di Bundesliga.
Meskipun Luis Enrique mengantisipasi ujian berat melawan klub lamanya, dia senang bisa menghindari tim-tim yang lebih menakutkan yang tersisa di kompetisi ini. Seperti Arsenal dan Manchester City.
Dan dia merasa peluang PSG untuk lolos ke babak kedua masih terbuka lebar. “Kami beruntung karena kami akan kembali ke Spanyol dan saya ke Barcelona, kota tempat saya menghabiskan sebagian besar karier olahraga saya,” terang Enrique seperti dilansir MetroSports pada Ahad ini.
“Kami tahu bahwa kompetisi ini akan menghadirkan kami tim dengan level yang sangat tinggi, dengan kualitas individu yang tinggi,” imbuhnya mantan pelatih timnas Spanyol itu.
Menurut dia, dengan hasil undian itu PSG memiliki peluang ke final. Sebab, di semifinal klub raksasa Paris akan antara Atletico atau Dortmund.
“Tetapi kami harus menunjukkan bahwa kami memiliki kualitas untuk mencapai final di lapangan,” ucap dia
Pada separuh pengundian lainnya, ia melanjutkan ada tim yang difavoritkan yakni Real Madrid, Manchester City, Bayern Munich, dan Arsenal.
Dan dia bersyukur lolos dari empat tim yang level tinggi. “Ini bagian tersulit dari kedua bagian tersebut,” ujarnya.
Sementara Barcelona menghindari separuh hasil undian Liga Champions, Xavi yakin timnya telah menghadapi ujian besar melawan PSG – dan manajer lamanya.
“Saya mengenal Luis Enrique, stafnya, dan bagian dari skuad dengan sangat baik,” kata Xavi.
Pelatih Barca itu merasa timnya memiliki peluang di pertandingan perempat final nanti. “Ini saatnya bermimpi dan menunjukkan bahwa kita bisa bersaing melawan salah satu tim terbaik di Eropa,” jelasnya
“Mungkin mereka favorit, tapi mereka bukan rival yang pemaaf. Kami memiliki lebih banyak gelar Liga Champions dibandingkan mereka, namun kekuatan ekonomi mereka berada dalam situasi yang berbeda,” pungkasnya.(maq)
