Denmark Terpeleset: Dua Gol Cepat dari Belarus Bikin Panik, Isaksen Jadi Penyelamat

Christian Eriksen jadi kreator lini tengah Denmark saat menghadapi Belarus. Foto: MD

edisiana.com – Di Stadion Parken yang biasanya menjadi benteng, Denmark justru harus puas bermain imbang 2-2 melawan Belarus—tim yang di atas kertas jauh lebih lemah. Skuad yang dipenuhi pemain Premier League itu tak mampu memanfaatkan atmosfer kandang, dan hampir saja dipermalukan.

Denmark sebenarnya memulai dengan cara terbaik. Baru menit ke-11, Mikkel Damsgaard melepaskan tembakan spektakuler untuk membuka skor.

Di bawah komando Christian Eriksen, Denmark tampak mengontrol ritme, meski tidak pernah benar-benar menggenggam pertandingan.

BACA JUGA:  Bos Spanyol Usulkan Rodri Dapat Ballon d'Or

Ketenangan mereka bertambah ketika kabar dari Athena menyebut Skotlandia tumbang 3-0 dari Yunani.

Namun, sepak bola tidak mengenal naskah. Setelah satu jam laga, skenario yang tak masuk akal terjadi: hanya dalam waktu tiga menit, Denmark kebobolan dua gol dari Valeri Gromyko dan Nikita Demchenko.

Belarus—yang sebelumnya kalah empat kali dan baru mencetak dua gol—tiba-tiba tampil seperti tim yang bebas dari beban dan mengguncang Parken.

Denmark tersentak, terkejut, dan sempat kehilangan arah. Tapi mereka akhirnya bangkit dari kelesuan dan menemukan penyelamatnya: Gustav Isaksen.

BACA JUGA:  Como Menang Lagi, Mimpi Liga Champions Kian Nyata

Dari umpan silang Patrick Dorgu ke tiang jauh, Isaksen menyambar dengan kaki kiri, mengirim bola melengkung ke sudut atas gawang—gol kelas tinggi untuk menyelamatkan satu poin.

Hasil ini bisa saja membawa bencana… andai Skotlandia tidak kalah 3-2 dari Yunani di Piraeus. Kekalahan itu justru menjadi angin penyelamat bagi Denmark.

Dengan kondisi tabel saat ini, MD menyebutkan Denmark memimpin Grup C dengan keunggulan satu poin atas Inggris, dan hasil imbang di laga terakhir sudah cukup untuk mengamankan tiket Piala Dunia.

BACA JUGA:  Suasana Panas di Olimpico,Roma Akhirnya Menang 2-1

Parken sempat dibuat terdiam, tapi untuk saat ini, mimpi Denmark tetap hidup.(maq)