edisiana.com – Roma menjaga gengsinya sebagai pemuncak Serie A dengan kemenangan penuh tensi 2-1 atas Midtjylland pada Jumat dini hari di Stadio Olimpico. Sebuah laga di mana serangan dibalas serangan, ritme tak pernah turun, dan para tifosi dibuat menahan napas hingga detik terakhir.
Baru tujuh menit laga berjalan, Olimpico langsung meledak. Zeki Çelik, dengan ketenangan ala bek sayap top Eropa, melepaskan umpan silang terukur ke jantung pertahanan lawan.
Neil El Aynaoui membaca situasi lebih cepat dari siapa pun—satu sentuhan, satu arahkan bola ke sudut kiri bawah, dan Roma memimpin. Sebuah gol yang membuat laga langsung bergolak.
Midtjylland bukannya ciut. Mereka menaikkan intensitas, meneror lini belakang Roma dengan tekanan bertubi-tubi. Denil Castillo sempat memiliki peluang paling jelas: sepakan keras yang hanya meleset tipis dari sisi kiri gawang Mile Svilar.
Namun hingga babak pertama ditutup, skor 1-0 tetap bertahan—meski permainan jauh dari kata aman bagi tuan rumah.
Babak kedua dimulai dengan wajah yang sama: tim tamu menyerang tanpa henti. Darío Osorio melepaskan tembakan keras yang memaksa Svilar terbang menepis bola.
Tak lama kemudian Kevin Mbabu mencoba peruntungan dari sudut sempit setelah menerima operan cerdas dari Victor Bak Jensen, tetapi tembok Roma masih kokoh.
Dan seperti tipikal laga Eropa: ketika Midtjylland terlalu maju, Roma menghukum dengan kejam. Serangan cepat—tajam, langsung, mematikan.
Leon Bailey menusuk dari sisi lapangan, memberikan bola matang ke tengah kotak penalti. Stephan El Shaarawy datang dari lini kedua, boom! Sepakan keras tanpa kompromi menaklukkan gawang lawan. 2-0, Roma bernapas lebih lega.
Menjelang akhir laga, Midtjylland akhirnya memetik hasil dari kegigihannya. Paulinho menusuk bola ke sudut kanan bawah setelah menerima umpan cerdas dari Aral Simsir.
Sebuah gol yang memberi sedikit harapan, namun waktu tak cukup berpihak pada wakil Denmark tersebut.
Kemenangan ini membuat Roma mengoleksi 9 poin dan semakin dekat untuk mengamankan tempat di delapan besar fase grup Liga Europa—posisi yang memberi tiket langsung ke babak 16 besar.
Olimpico bergemuruh, Roma menang, dan perjalanan Eropa mereka terus hidup. Sebuah malam yang penuh drama, penuh energi, penuh Roma.(maq)











