Belgia Tersendat di Astana: Lolos Otomatis Tertahan, Kazakhstan Bikin De Rode Duivels Ketar-ketir

Dastan Satpayev merayakan golnya bersama pemain Kazakstan. Foto: via BBC

edisiana.com – Belgia tampil loyo di markas Kazakhstan, Sabtu malam, dan nyaris pulang dengan tangan hampa. Tanpa Kevin De Bruyne, De Rode Duivels kehilangan ritme, kehilangan inspirasi, dan pada akhirnya kehilangan kesempatan untuk mengunci tiket otomatis Piala Dunia 2026. Skor akhir 1-1 terasa seperti peringatan keras.

Kazakhstan, yang sudah tersingkir dari perburuan, justru tampil ganas. Sang anak ajaib 17 tahun, Dastan Satpayev, membuat stadion meledak setelah menembak keras ke tiang dekat Matz Sels—gol penuh keberanian yang memaksa Belgia tersentak dari tidur mereka.

Belgia merespons dengan dominasi, tapi Temirlan Anarbekov tampil seperti tembok. Kiper tuan rumah melakukan penyelamatan demi penyelamatan yang membuat para penyerang Belgia mulai gelisah.

Baru di awal babak kedua, napas Belgia sedikit lega: Hans Vanaken menyundul umpan silang matang Timothy Castagne untuk menyamakan kedudukan.

Tuan rumah kemudian harus bermain dengan 10 orang setelah Islam Chesnokov diusir wasit di pengujung laga. Meski unggul jumlah pemain, Belgia tetap gagal menemukan gol kemenangan.

BACA JUGA:  Ole Romeny Diturunkan Lawan Middlesbrough?

Jeremy Doku, yang biasanya menjadi pembeda di Manchester City, justru melepaskan peluang emas melebar. Itu adalah momen yang merangkum malam Belgia: terburu-buru, tidak tajam, dan tanpa ide.

Kazakhstan bertahan seperti singa terluka dan mempertahankan hasil imbang yang layak mereka banggakan.

Belgia masih memimpin Grup J dan dapat menuntaskan tugas mereka dengan kemenangan atas Liechtenstein pada Selasa.

Namun menurut BBC, hasil ini membuka sedikit celah bagi para pengejar: Makedonia Utara, dua poin di belakang, dan Wales, yang baru saja menang tipis atas Liechtenstein.(maq)