edisiana.com – AFC Bournemouth tampil perkasa saat menjamu Sturm Graz dalam lanjutan Liga Europa UEFA di Vitality Stadium, Jumat dini hari WIB. The Cherries sukses mengamankan kemenangan meyakinkan 3-0 setelah melewati perlawanan sengit tim asal Austria tersebut.
Sturm Graz sempat memberikan perlawanan ketat pada awal pertandingan. Tim perwakilan Bundesliga Austria itu mampu meredam agresivitas Bournemouth hingga 25 menit pertama, bahkan membuat tuan rumah kesulitan menciptakan tembakan tepat sasaran.
Bournemouth baru menemukan celah untuk memecah kebuntuan setelah terus menekan pertahanan lawan.
Bafode Diakite sempat mencetak gol melalui situasi tendangan sudut, tetapi wasit menganulirnya karena handball.
Kegagalan tersebut tak membuat Bournemouth kehilangan momentum. Tuan rumah akhirnya membuka keunggulan melalui Evanilson yang menyambut umpan silang Adam Smith dengan sundulan terarah.
Bola meluncur melewati jangkauan kiper Sturm Graz, Danil Khudyakov, sekaligus membawa Bournemouth unggul 1-0.
Memasuki babak kedua, Sturm Graz berusaha bangkit dan mencari gol penyeimbang. Mereka meningkatkan tekanan dan sempat menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Jacob Hodl memperoleh kesempatan untuk mencetak gol, tetapi kiper Bournemouth, Djordje Petrovic, tampil sigap menggagalkan upayanya.
Sebelumnya, Sturm Graz juga nyaris menyamakan kedudukan ketika tembakan Jurgen Heil hanya membentur tiang gawang.
Di tengah tekanan tim tamu, Bournemouth justru mampu memperlebar keunggulan. Pemain pengganti Rayan mencatatkan namanya di papan skor pada menit-menit akhir, tepatnya 14 menit sebelum waktu normal berakhir.
Gol tersebut semakin memperkokoh posisi tuan rumah sekaligus meredam upaya kebangkitan Sturm Graz.
Bournemouth kemudian memastikan kemenangan dengan gol ketiga pada masa tambahan waktu. Dan Rodriguez sukses mengeksekusi tendangan penalti untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Hasil ini menegaskan efektivitas Bournemouth dalam memanfaatkan peluang setelah sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan pada awal laga.
Melansir BBC, Sturm Graz memang mampu memberikan perlawanan, terutama selepas jeda, tetapi ketajaman tuan rumah menjadi pembeda hingga peluit panjang dibunyikan.(maq)
