Presiden LaLiga Laporkan PSG dan City ke UEFA

340
Javier Tebas

Bola, edisiana.comPresiden La Liga Javier Tebas kembali membuat laporan kepada UEFA  terkait Manchester City dan Paris St-Germain yang diyakini melakukan pelanggaran financial fair play. 

Tebas menggambarkan City dan PSG sebagai ‘klub negara’, dan mengkritik keras PSG atas kontrak baru-baru uni bernilai jutaan pound yang diberikan klub Prancis kepada striker bintang Kylian Mbappe pada Mei.

Begitu juga, Liga Premier City telah penandatanganan £ 51,2 juta Erling Haaland dari Borussia Dortmund. Dan Real Madrid tertarik untuk mengontrak kedua pemain tersebut.

BACA JUGA:  Scolani Sudah Dapat Bayangan Permainan Ekuador

“La Liga memahami bahwa pembiayaan tidak teratur dari klub-klub ini dilakukan, baik melalui suntikan uang langsung atau melalui sponsor dan kontrak lain yang tidak sesuai dengan kondisi pasar atau tidak masuk akal secara ekonomi,” kata Tebas dikutip dari BBC pada hari ini. 

“La Liga menganggap bahwa praktik ini mengubah ekosistem dan keberlanjutan sepak bola, merugikan semua klub dan liga Eropa, dan hanya berfungsi untuk menggelembungkan pasar secara artifisial, dengan uang yang tidak dihasilkan dari sepak bola itu sendiri,” imbuhnya menjelaskan. 

BACA JUGA:  Ronaldo Sempat Frustrasi Sebelum Mencetak Gol

Keluhan terhadap PSG telah dia dibuat minggu lalu dan  City pada bulan April, meskipun La Liga mengatakan berhak untuk memperpanjang keluhan ini.

Baik City dan PSG telah membela diri membantah semua keluhan Tebas pada waktu sebelumnya.  Namun sebelumnya City sendiri sudah pernah menghadapi masalah ini di pengadilan Abitrase Olahraga pada tahun 2020. 

BACA JUGA:  MU Coret Nama Pochettino Dalam Calon Pengganti Ten Hag

Dalam putusan Arbitrase, membatalkan larangan bermain di Liga Champions oleh putusan oleh UEFA karena pelanggaran Financial Fair Play.

Sementara itu pada bulan lalu Tebas mengatakan La Liga akan mengambil tindakan hukum terhadap PSG setelah Mbappe menolak pindah ke Real Madrid.

Pemain Prancis itu malah memperpanjang kontraknya di PSG sampai 2025. Tebas menjelaskan perpanjangan kontrak  Mbappe itu menyerang stabilitas ekonomi sepak bola Eropa.(maq)

BAGIKAN