edisiana.com – Barcelona memastikan gelar La Liga ke-28 mereka dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas rival sekota, Espanyol, dalam laga yang berlangsung Jumat dini hari. Namun, suasana perayaan sempat diwarnai insiden unik ketika penyemprot air stadion tiba-tiba menyala, seolah-olah untuk mengganggu momen bahagia tim tamu.
Barça datang ke laga ini dengan mengetahui bahwa kemenangan akan mengamankan posisi mereka di puncak klasemen, unggul tak terkejar dari Real Madrid. Dan sekali lagi, Lamine Yamal menjadi sorotan.
Pemain muda berusia 17 tahun itu membuka keunggulan pada menit ke-53 lewat tendangan melengkung cantik yang tak mampu dihalau kiper Joan Garcia. Di penghujung laga, Fermin Lopez menambah keunggulan untuk menutup laga dengan skor 2-0.
Ketegangan memuncak menjelang akhir pertandingan, ketika bek Espanyol, Leandro Cabrera, mendapat kartu merah langsung setelah insiden menyikut Yamal. Namun, itu tak mengubah jalannya laga.
Peluit panjang dari wasit Cesar Soto Grado menjadi penanda resmi Barcelona sebagai juara La Liga musim ini. Para pemain dan staf langsung berkumpul di tengah lapangan untuk merayakan keberhasilan mereka.
Namun, kejadian tak terduga muncul saat beberapa alat penyiram rumput di Stadion RCDE tiba-tiba aktif dan menyemprotkan air ke berbagai arah. Meski diduga sebagai upaya Espanyol untuk mengganggu perayaan rivalnya, para pemain Barcelona justru menyambutnya dengan keceriaan—menari, bernyanyi, dan merayakan dalam keadaan basah kuyup.
Menukil Metrosports, pelatih Hansi Flick dan pasukannya tampak tak terusik, menunjukkan semangat tim yang tengah di puncak kebahagiaan.
Dengan kemenangan ini, Barcelona menutup musim dengan penuh gaya dan kembali merebut tahta tertinggi sepak bola Spanyol.(maq)
