edisiana.com – Penampilan Eduardo Camavinga bersama Real Madrid berubah menjadi mimpi buruk saat menghadapi Bayern Munich di Allianz Arena, Rabu malam.
Gelandang asal Prancis itu kembali menjadi sorotan negatif. Setelah kerap menuai kritik sepanjang musim, Camavinga justru memperburuk keadaan dengan kartu merah di menit-menit akhir laga.
Ia menerima kartu kuning kedua yang sejatinya bisa dihindari, memaksa Madrid menuntaskan pertandingan hanya dengan sepuluh pemain.
Situasi makin panas usai peluit panjang dibunyikan. Kekalahan menyakitkan dengan agregat 4-4 yang berujung petaka memicu amarah para pemain Los Blancos.
Mereka meluapkan kekesalan kepada wasit Slavko Vincic, yang dianggap mengambil keputusan kontroversial dengan mengusir Camavinga di momen krusial.
Melansir Daily Mail menyebutkan tak hanya pemain senior, emosi juga meledak dari talenta muda Arda Guler. Meski tampil gemilang dengan dua gol brilian, Guler tak mampu menahan amarahnya.
Ia bahkan harus ditahan staf tim setelah berteriak tepat di depan wajah sang pengadil lapangan.
Ketegangan tak berhenti di lapangan. Aksi protes berlanjut hingga ke lorong stadion dalam suasana kacau.
Klub raksasa Spanyol yang dikenal sarat pengalaman itu kehilangan kendali, menutup malam di Munich dengan penuh frustrasi.(maq)
