edisiana.com – Pep Guardiola mengatakan Manchester City tidak takut melawan Real Madrid, si Raja Eropa. Karena punya pengalaman menyingkirkan pemenang 14 kali Liga Champions itu.
City telah menghadapi Real Madrid dalam tiga musim terakhir, mengalahkan mereka di semifinal setahun yang lalu tetapi kalah di tahap yang sama pada tahun 2022.
Real Madrid setidaknya telah mencapai empat besar dalam 11 dari 13 musim terakhir. Tapi Guardiola menegaskan dia tidak khawatir dengan rekor luar biasa mereka di kompetisi ini menjelang pertandingan penentuan di Stadion Etihad pada hari Rabu waktu setempat.
“Saya tidak takut pada mereka. Saya sangat menghormati mereka. Saya telah menghadapi mereka berkali-kali. Dan jika saya mengatakan saya takut pada mereka, saya salah,” kata Pep Guardiola dikutip dari ESPN pada Selasa ini.
“Ada persaingan, dan ingin mengalahkan mereka dan melakukannya dengan baik. Terkadang menang dan terkadang kalah. Namun saya tidak takut pada mereka dan jika mereka mengalahkan saya,” imbuhnya.
“Hal seperti ini sering terjadi. Kami akan mengucapkan selamat dan berharap mereka dengan baik,” sambung mantan pelatih Barcelona itu.
Setelah hasil imbang 3-3 pekan lalu pada leg pertama di Bernabéu, kini telah tercipta 23 gol dalam lima pertemuan terakhir kedua tim.
City mengalahkan Real Madrid 4-0 di Etihad pada leg kedua semifinal musim lalu, namun Bernardo Silva menegaskan versi tim asuhan Carlo Ancelotti ini lebih baik.
“Dua musim berbeda, dan pertandingan yang sama tidak pernah terjadi lagi di sepak bola,” kata Silva.
“Saya merasa Madrid lebih kuat musim ini dibandingkan musim lalu. Itulah perasaan saya ketika kami menghadapi mereka di Bernabeu [minggu lalu]. Yang pasti mereka ingin sedikit balas dendam [atas hasil di Manchester musim lalu] jadi itu akan terjadi,” terangnya.
Setelah membuat sejarah musim lalu dengan menjadi tim Inggris kedua yang memenangkan treble Premier League, Liga Champions, dan Piala FA, City tetap berada di jalur untuk mengulanginya tahun ini.
Dua treble berturut-turut akan membuat tim asuhan Guardiola menjadi penantang gelar tim klub terhebat dalam sejarah. Silva mengakui bahwa prospek tersebut memberikan motivasi bagi skuad City.
“Ini jelas sebuah inspirasi. Kami tahu seberapa baik kinerja tim ini dan kami ingin menciptakan warisan itu dan kembali meraih prestasi di Premier League enam kali dalam tujuh tahun dan empat kali berturut-turut,” jelasnya.
“Dan kami ingin menjuarai Liga Champions dengan meraih dua kali berturut-turut dan jika kami memenangkan dua treble berturut-turut yang akan menjadi warisan,” sambung dia.(maq)
