edisiana.com – Di saat kesempatan terbuka untuk menekan sang pemimpin klasemen, AC Milan justru terpeleset. Kekalahan 1-0 dari Lazio membuat Rossoneri kehilangan peluang emas untuk memangkas jarak dengan rival sekota, Inter Milan, di puncak Serie A. Kini selisih delapan poin terasa semakin berat bagi pasukan merah-hitam.
Milan sebenarnya membuka laga dengan ancaman pertama di pertandingan Ahad malam. Sebuah umpan silang dari Alexis Saelemaekers mengarah ke jantung kotak penalti.
Pervis Estupiñán menyambutnya dengan sundulan keras, tetapi bola meluncur tipis di sisi kanan gawang. Sebuah peringatan awal yang tak berbuah hasil.
Lazio tidak tinggal diam. Serangan cepat dimulai oleh Daniel Maldini yang kemudian mengalirkan bola kepada Kenneth Taylor.
Gelandang Belanda itu melepaskan tembakan keras, namun nasib belum berpihak: bola hanya menghantam mistar.
Gol yang ditunggu publik Olimpico akhirnya datang. Gustav Isaksen memecah kebuntuan lewat tembakan kaki kiri dari sudut sempit di sisi kanan gawang—sebuah penyelesaian tajam yang membuat kiper Milan tak berdaya.
Selepas jeda, pertandingan berubah menjadi duel terbuka. Kedua tim saling bertukar serangan dan menciptakan peluang, namun penyelesaian akhir menjadi penghalang utama. Skor tetap bertahan meski intensitas meningkat.
Situasi Milan semakin rumit ketika Rafael Leão ditarik keluar saat laga menyisakan sembilan menit.
Momen tersebut menghasilkan gambaran mencolok di pinggir lapangan: Rossoneri kehilangan salah satu senjata ofensifnya justru ketika mereka paling membutuhkannya.
Pada akhirnya, malam di Roma menjadi milik Lazio—dan bagi Milan, sebuah kesempatan yang terbuang mahal dalam perburuan gelar.(maq)
