edisiana.com – Tim Lariani menunjukkan karakter dan ambisi besar. Skuad asuhan Cesc Fàbregas bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan AS Roma 2-1 dalam duel langsung yang sangat menentukan, sekaligus merebut kembali posisi keempat klasemen.
Posisi tersebut sempat direbut sehari sebelumnya oleh Juventus FC setelah kemenangan tipis 1-0 atas Udinese Calcio pada Sabtu.
Namun Como merespons dengan kemenangan penting yang menjaga mimpi mereka menuju Liga Champions tetap hidup.
Laga tidak dimulai dengan baik bagi tuan rumah. Pada menit ketujuh, AS Roma unggul lebih dulu lewat penalti yang dieksekusi dengan tenang oleh Donyell Malen.
Wasit menunjuk titik putih setelah bek Como, Diego Carlos, melakukan pelanggaran di area terlarang.
Namun tim Lombardy itu tidak menyerah. Setelah babak pertama yang sulit, Como menemukan momentumnya di paruh kedua.
Penyerang Yunani Tasos Douvikas menyamakan kedudukan lewat penyelesaian dari sisi kiri kotak penalti ke arah tengah gawang, memanfaatkan umpan terobosan akurat dari Álex Valle.
Momentum semakin berpihak kepada tuan rumah ketika pemain Roma, Wesley França, menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran keras, membuat tim tamu harus bermain dengan sepuluh orang.
Keunggulan jumlah pemain itu dimanfaatkan dengan maksimal oleh Como. Dari situasi sepak pojok, Diego Carlos menebus kesalahannya di babak pertama dengan mencetak gol kemenangan dari jarak sangat dekat, mengarahkan bola ke sudut kiri bawah gawang.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Bagi Como dan Cesc Fàbregas, hasil ini adalah pernyataan: tim sederhana dari Danau Como itu serius memburu tiket ke Liga Champions.(maq)
