edisiana.com – Timnas Jepang U-23 hidup di tepi jurang dan keluar sebagai pemenang. Dalam laga penuh ketegangan di Piala Asia U-23 yang digelar di Arab Saudi. Samurai Muda menaklukkan Jordania lewat adu penalti dengan skor 4-2 setelah duel 120 menit berakhir imbang 1-1.
Pertandingan berjalan keras, rapat, dan sarat emosi. Jordania lebih dulu mengejutkan Jepang di babak pertama.
Azaizeh mencetak gol pembuka usai menerima umpan matang dari Deeb. Jepang terdiam. Jordania bermimpi.
Namun Jepang adalah Jepang. Tak panik, tak goyah.
Babak kedua menjadi panggung kebangkitan. Gelandang Furuya muncul sebagai penyelamat setelah menerima sodoran Umeki. Gol itu memulihkan harapan, menghidupkan kembali semangat Samurai.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir, bahkan hingga peluit panjang perpanjangan waktu dibunyikan.
Laga harus ditentukan dari titik putih. Dan di sinilah drama sesungguhnya terjadi.
Kiper Jordania, Adel Rahman, nyaris menjadi pahlawan. Ia menepis tendangan pemain Jepang dan langsung merayakan. Tapi takdir berkata lain—bola melambung ke atas tiba-tiba meluncur masuk ke gawang. Momen tragis. Perayaan berubah menjadi keheningan.
Jepang tampil dingin dan kejam di adu penalti. Skor 4-2 memastikan langkah mereka ke semifinal. Samurai Muda melangkah maju. Jordania harus angkat koper.
Sepak bola tak mengenal belas kasihan. Malam ini, Jepang tersenyum. Jordania patah hati.(maq)









