BP Batam Pakai Sistem Bimasakti untuk Baca Distribusi Air

598

Batam, edisiana.com – Direktur Restrukturisasi BP Batam, Arham S. Torik, mengatakan, Ahad, 15 November 2020 pukul 00.00 WIB, merupakan momentum bersejarah Badan Pengusahaan (BP) Batam resmi mengoperasikan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Batam.

Menurutnya, hal ini tidak lepas dari Pimpinan BP Batam yang sudah memberikan kesempatan untuk membentuk Tim Persiapan dan Tim Pengakhiran Konsesi.

“Proses pengakhiran, kami akui cukup panjang dan tidak mudah. Untuk itu terima kasih kami haturkan kepada Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam beserta para Deputi, yang terus mendukung proses Pengelolaan SPAM Batam. Begitu juga dengan Direktur PT ATB dan jajarannya yang telah bersama-sama dengan BP Batam, melalui kegiatan serah terima malam ini,” ujar Arham seperti dalam rilisnya pada, Ahad siang.

BACA JUGA:  Bayern Munich Terkena Prank Spurs dan Kane

Arham, menambahkan, per tanggal 15 November 2020, BP Batam resmi sepenuhnya mengemban tanggung jawab sebagai pengelola SPAM Batam.

“Jadi, sistem distribusi air bersih yang kita operasikan juga berubah total dari SCADA yang digunakan sebelumnya oleh PT ATB. Kami akan menggunakan Sistem Bimasakti untuk membaca pendistribusian yang sudah terintegrasi. Ini juga mampu menjawab kekhawatiran masyarakat tentang adanya masalah di kemudian hari dalam proses pengalihan,” kata Arham menjelaskan.

BACA JUGA:  City Menutup Akhir Pramusim dengan Kekalahan

Ia berharap, PT Moya Indonesia dapat menjalankan amanah yang diberikan oleh BP Batam sebaik-baiknya selama enam bulan ke depan, dengan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Batam.

Direktur Utama SPAM Batam, Sutedi Raharjo, mengatakan, sesuai kesepakatan, tagihan rekening pelanggan masih diproses oleh PT ATB hingga tanggal 30 November 2020. Meski demikian, Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) SPAM Batam akan resmi beroperasi mulai Senin (16 November 2020). Masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan atau menginginkan informasi juga dapat menghubungi Call Centre 150155.

“KPP kita akan melakukan pelayanan di luar collection rekening atau pembayaran, seperti sambungan baru, pengaduan, dan hal-hal yang berkaitan dengan operasional lainnya,” ujar Sutedi.

BACA JUGA:  Kemenangan Perdana Koeman Jadi Pelatih Timnas Belanda

Beberapa saat setelah dilangsungkannya serah terima operasional, BP Batam, melalui Direktorat Pengamanan Aset, melakukan orientasi dan pengamanan fasilitas WTP

Berupa tangki dan pompa intake di Instalasi Pengolahan Air Minum di 6 lokasi dengan menempatkan 63 personel, dan melakukan patroli ke pos-pos penjagaan fasilitas SPAM dengan kekuatan 50 personel.

Begitu juga, tim dari unit Air Baku BU Fasling BP Batam, menurunkan 10 personilnya untuk mencatat flowmeter di 6 WTP yang ada di Batam. (maq)

BAGIKAN