edisiana.com – Piala Dunia 2026 menghadirkan kebijakan baru yang belum pernah diterapkan secara luas pada edisi-edisi sebelumnya. Wasit diwajibkan memberikan jeda minum bagi para pemain selama pertandingan berlangsung.
Dalam aturan tersebut, wasit akan menghentikan laga pada menit ke-22 babak pertama dan menit ke-66 pertandingan. Penghentian sementara itu bertujuan memberi kesempatan kepada para pemain untuk minum dan memulihkan cairan tubuh.
Jeda minum wajib berlangsung selama tiga menit dan akan diterapkan sepanjang pelaksanaan Piala Dunia 2026 yang digelar di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.
Kebijakan ini diperkenalkan sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca panas dan tingkat kelembapan yang tinggi di sejumlah kota tuan rumah.
FIFA menilai perlindungan kesehatan pemain menjadi prioritas di tengah kondisi iklim yang berpotensi menguras stamina.
Namun, aturan baru tersebut tidak sepenuhnya mendapat sambutan positif. Sejumlah pihak menilai jeda minum berpotensi menjadi interupsi komersial yang menguntungkan penyiar televisi, khususnya di Amerika Serikat.
Kritik semakin menguat karena jeda minum tetap diberlakukan di stadion yang memiliki atap buka-tutup serta sistem pengatur suhu ruangan. Kondisi itu dianggap tidak selalu menghadirkan cuaca ekstrem yang membahayakan pemain.
Pelatih tim nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, termasuk sosok yang menyuarakan keberatan terhadap kebijakan tersebut. Menurut dia, jeda minum hanya relevan diterapkan ketika cuaca benar-benar ekstrem.
“Saya tidak menyukainya. Saya hanya menyukainya ketika kondisinya ekstrem. Namun, jika kondisinya baik, hal itu tidak perlu,” ujar mantan pelatih Tottenham Hotspur tersebut dikutip dari BBC pada hari ini.
Meski menuai pro dan kontra, aturan jeda minum dipastikan menjadi bagian dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Kebijakan itu diharapkan mampu menjaga kondisi fisik pemain di tengah tantangan cuaca yang diperkirakan menjadi salah satu faktor penting selama turnamen berlangsung.(maq)








