edisiana.com – Apple akhirnya meluncurkan pembaruan utama berikutnya untuk iPhone: iOS 26, yang diperkenalkan dalam ajang Worldwide Developer Conference (WWDC).
Salah satu sorotan utama dalam versi ini adalah perombakan desain besar-besaran yang memperkenalkan efek tembus pandang seperti kaca pada ikon aplikasi, layar kunci, dan layar beranda.
Craig Federighi, Wakil Presiden Senior Bidang Rekayasa Perangkat Lunak Apple, menggambarkan gaya visual baru yang dinamai “Desain Kaca Cair” ini sebagai sesuatu yang menawan.
Ia menjelaskan bahwa ikon, tombol, slider, sakelar, teks, hingga kontrol media kini akan memiliki transparansi tinggi dan memberikan efek distorsi terhadap latar belakang melalui rendering waktu nyata.
“iOS 26 bersinar dengan desain baru yang menawan dan peningkatan yang berarti pada fitur-fitur yang diandalkan pengguna setiap hari, menjadikan iPhone semakin bermanfaat,” ujar Federighi seperti dinukil dari Daily Mail pada hari ini.
Selain tampilan baru, iOS 26 juga membawa peningkatan dalam kecerdasan visual. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengenali objek di layar, melakukan pencarian, atau mengambil tindakan berdasarkan apa yang mereka lihat di aplikasi apa pun.
Pengguna bahkan bisa meminta ChatGPT untuk menjelaskan apa yang sedang mereka lihat atau mencari produk serupa lewat Google atau Etsy.
Namun, meskipun membawa banyak hal baru, Desain Kaca Cair justru menuai kritik dari sejumlah pengguna. Di media sosial, tidak sedikit yang menyebut tampilan baru ini “jelek” dan sulit digunakan.
“Desain Kaca Cair adalah hal terjelek yang pernah dilakukan Apple!” keluh seorang pengguna.
Pengguna lain menambahkan: “Desain UI baru Apple yang seperti kaca benar-benar membuat mata saya sakit saat melihatnya. Notifikasinya mengganggu sekali.”
Saat ini, iOS 26 masih tersedia dalam versi beta pengembang, artinya belum stabil dan belum ditujukan untuk publik luas. Versi final dari iOS 26 diperkirakan akan dirilis sekitar akhir September 2025.(maq)
