Fernández Goyah, Paris Mengintai dengan Ambisi Eropa

Enzo Fernandez tampil paling buruk di antara rekan setim saat Chelsea menjamu Manchester City. Foto: via MetroSports

edisiana.com – Stamford Bridge berguncang. Nama Enzo Fernández kembali jadi pusat badai. Sejak Enzo Maresca meninggalkan Chelsea di akhir 2025, masa depan sang gelandang Argentina disebut-sebut tak lagi seteguh dulu. Dan di kejauhan, Paris Saint-Germain sudah membuka pintu.

Menurut L’Equipe, Enzo kini menimbang masa depannya di London. Keraguan itu terdengar hingga Paris. Juara Liga Champions musim lalu melihat peluang. Dan PSG tak mau melewatkannya.

Raksasa Prancis itu ingin membangun lini tengah di sekitar Vitinha. Poros permainan. Otak tim. Namun tak semuanya sempurna. João Neves dan Fabián Ruiz mulai memantik tanda tanya di internal tim Luis Enrique—meski keduanya tampil gemilang dalam perjalanan menuju mahkota Eropa.

PSG bergerak tenang. Tidak ada manuver di Januari. Tidak ada kepanikan. Enzo diposisikan sebagai target jangka panjang. Sabar. Terukur. Mematikan.

Misi Paris jelas: meningkatkan kompetisi internal. Mengusik zona nyaman. Karena skuad besar tak boleh puas diri.

“Tidak mendatangkan lebih banyak pesaing adalah sebuah kesalahan,” ujar sumber dekat pemain PSG, dikutip dari Daily Mail pada hari ini.

Enzo bimbang. Paris bersiap.Bursa belum dibuka, tapi permainan sudah dimulai.(maq)

Exit mobile version