edisiana.com – Kekalahan Paris Saint-Germain di final Piala Dunia Antarklub 2025 bukan hanya pukulan bagi klub Prancis itu—tapi juga menjadi momen penting dalam perlombaan menuju Ballon d’Or. Kini, dua kandidat utama, Ousmane Dembélé dan Lamine Yamal, berada dalam posisi yang nyaris seimbang dalam persaingan memperebutkan gelar pemain terbaik dunia.
Sebelumnya, kemenangan PSG di Liga Champions dan performa tajam Dembélé membuatnya berada di depan. Namun kekalahan dari Chelsea di laga final di Amerika Serikat sedikit mengikis keunggulan tersebut—membuka kembali peluang Yamal, bintang muda sensasional milik Barcelona.
Menurut statistik dari BBC, Dembélé masih unggul secara produktivitas gol: 33 gol dibandingkan 18 milik Yamal. Tapi pemain muda Spanyol itu unggul dalam hal kontribusi tim dengan 21 assist berbanding 13 milik sang rival asal Prancis.
Menariknya, Yamal tampil jauh lebih sering dibandingkan Dembélé musim ini—total 4.548 menit bermain versus 3.286 menit—dan melakukannya di La Liga, yang kerap dianggap lebih kompetitif secara taktik dan pertahanan dibanding Ligue 1.
Yamal melepaskan lebih banyak tembakan secara total, meskipun Dembélé memiliki rasio konversi peluang yang lebih tinggi. Namun, dalam hal kemampuan individu, Yamal unggul telak: lebih banyak dribel sukses, persentase keberhasilan lebih tinggi, serta kontribusi defensif yang juga lebih baik—lebih banyak tekel, duel dimenangkan, dan penguasaan bola direbut.
Dari sisi trofi, keduanya sama-sama mengangkat gelar ganda domestik dan trofi setara Community Shield. Dembélé mencetak poin lebih lewat Liga Champions, tapi absennya gelar Piala Dunia Antarklub bisa menjadi faktor penyeimbang yang signifikan.
Belum lagi nama lain seperti Raphinha yang perlahan merangkak naik dalam daftar kandidat, membuat persaingan Ballon d’Or 2025 semakin terbuka.
Siapa yang akan memenangkannya?
Jika pemungutan suara dilakukan hari ini, Dembélé mungkin masih di depan. Namun dengan performa konsisten Yamal, usia yang muda, dan popularitas yang terus meroket, gelar Ballon d’Or bisa saja berpindah tangan—dan generasi.(maq)











