edisiana.com – Crystal Palace mencuri tiga poin dramatis di Craven Cottage lewat gol telat Marc Guéhi, menghabisi perlawanan Fulham dengan kemenangan 2-1 dalam laga penuh ketegangan.
Setelah menahan tekanan awal Fulham, Palace membuka skor pada menit ke-20. Adam Wharton mengirim umpan terukur ke jantung pertahanan, Eddie Nketiah menyambutnya, dan menembak ke sudut bawah tanpa ampun. Efisien. Klinis. 0-1.
Fulham nyaris membalas secepat kilat. Empat menit berselang, Emile Smith Rowe melepaskan tembakan keras ke pojok atas, tetapi Dean Henderson terbang spektakuler menggagalkannya. Namun tekanan itu terus berlanjut.
Pada menit ke-38, Fulham akhirnya mendapatkan apa yang mereka cari. Harry Wilson melakukan kombinasi satu-dua indah dengan Raúl Jiménez sebelum melepaskan tembakan melengkung dari tepi kotak penalti. Henderson tak berkutik. 1-1 dan Craven Cottage bergemuruh.
VAR Gagalkan Fulham, Palace Menolak Mati
Empat menit selepas jeda, Palace seharusnya unggul lagi. Jean-Philippe Mateta menerima umpan matang Yéremy Pino, tetapi penyelesaiannya justru melebar. Lalu drama besar terjadi.
Pada menit ke-51, Fulham merasa telah membalikkan skor. Sundulan Iwobi menghantam tiang, bola muntah disambar Smith Rowe menjadi gol. Tetapi VAR turun tangan—offside tipis Chukwueze dalam proses build-up menghapus euforia Craven Cottage.
Palace sendiri hampir menghukum Fulham. Nketiah menyambar umpan silang Mitchell, tetapi Timothy Castagne muncul tepat waktu, menghalau bola di garis gawang.
Christantus Uche kemudian memaksa Leno melakukan penyelamatan penting di menit-menit akhir. Pertanda bahwa Palace belum menyerah.
Guéhi Menentukan: Kapten Menyundul Jalan ke Empat Besar
Dan pada menit ke-87, momen penentu itu datang. Tendangan sudut Pino melayang sempurna dan Marc Guéhi—kapten, pemimpin, tembok—melonjak paling tinggi untuk mengarahkan sundulan keras ke gawang. Leno terpaku. Fulham tersentak. Eagles terbang.
Melansir ESPN, dengan kemenangan ini, Crystal Palace resmi menembus empat besar Liga Premier. Ya, Palace di posisi Liga Champions — dan mereka mencapainya dengan cara yang paling dramatis.(maq)











