edisiana.com – Perekrutan Jeremie Frimpong oleh Liverpool akan menjadi langkah strategis yang mencerminkan arah baru klub di bawah Arne Slot, terutama dengan nuansa “revolusi Belanda” yang mulai terbentuk di Anfield.
Frimpong adalah pemain dengan profil ofensif tinggi, terbukti dari 30 gol dan 44 assist dalam 190 penampilannya—angka yang luar biasa untuk pemain bertahan.
Meskipun dia lebih sering bermain sebagai bek sayap kanan atau gelandang kanan dalam sistem tiga bek Xabi Alonso, fleksibilitas dan kualitas menyerangnya bisa menjadi senjata tambahan bagi Liverpool.
Jika Slot mengadopsi sistem yang mirip atau memodifikasi gaya bermain agar lebih dinamis, Frimpong bisa sangat efektif.
Langkah ini juga bisa dibaca sebagai antisipasi atas masa depan Trent Alexander-Arnold, yang kontraknya semakin mendekati tahun terakhir.
Selain itu, kehadiran Frimpong akan menciptakan persaingan sehat dengan Conor Bradley yang sedang naik daun.
Dengan biaya antara £29,5–£33,7 juta, kesepakatan ini berpotensi menjadi investasi yang cerdas, terutama jika Frimpong mampu membawa energi dan produktivitas serupa ke Premier League.
Pemain asal Belanda itu baru-baru ini mengungkapkan ia ingin menandatangani kontrak dengan Liverpool saat berusia sembilan tahun. Tapi klub impian masa kecilnya kandas karena orang tuanya tidak bisa mengemudi.
“Saya memilih Liverpool terlebih dahulu dan saya akan menandatangani kontrak dengan mereka, tetapi saat itu belum bisa menyetir, sementara keluarga saya tidak menyetir jaraknya jauh. Jadi Man City merupakan klub lokal jadi saya mencoba City sebagai pilihan berikutnya,” terangnya seperti dikutip dari Mirror pada Rabu, 14 Mei.(maq)
