edisiana.com – Wolverhampton Wanderers menambah penderitaan manajer Tottenham Hotspur Ange Postecoglou dengan kemenangan di Molineux. Spurs dihajar 4-2 dalam pertandingan pada Ahad malam.
Postecoglou membuat enam perubahan pada tim Spurs yang bermain imbang 1-1 dengan Eintracht Frankfurt pada pertandingan leg pertama perempat final Liga Europa.
Dan Wolves menguangkannya dengan kemenangan penting yang mengangkat mereka naik ke posisi ke-16 dan unggul 14 poin dari tiga terbawah dengan enam pertandingan tersisa.
Tim asuhan Vitor Pereira tengah dalam perjalanan menuju kemenangan keempat berturut-turut di liga utama untuk pertama kalinya sejak Januari 1972
Dalam waktu dua menit pertandingan dimulai, Rayan Ait-Nouri mencetak gol setelah memanfaatkan bola pantulan kiper Spurs Guglielmo Vicario di tepi area penalti.
Wolves menggandakan keunggulan mereka tujuh menit sebelum babak pertama berakhir. Dengan sebuah momen lelucon, saat kiper Vicario mendorong sundulan Marshall Munetsi ke bek Djed Spence dan masuk ke gawangnya sendiri.
Spurs memperkecil ketertinggalan satu gol menjelang menit ke-60. Mathys Tel melesakkan gol ke gawang di tiang jauh setelah bek Wolves Nelson Semedo gagal menepis umpan silang Brennan Johnson.
Tetapi Wolves mengembalikan keunggulan dua gol, lima menit kemudian. Ait-Nouri yang hebat mengalahkan Cristian Romero dan memberikan umpan silang kepada Jorgen Strand Larsen.
Dengan penyelesaian sederhana dan mencetak gol untuk pertandingan keempat berturut-turut.
Pemain pengganti Richarlison sempat memberi Spurs harapan singkat empat menit menjelang akhir pertandingan. Dia mencetak gol setelah kiper Wolves Jose Sa menyentuh sundulan Romero ke mistar gawang.
Namun terjadi lebih banyak drama ketika pemain pengganti Matheus Cunha, yang masuk menggantikan Ait-Nouri. Usai menjalani larangan bermain empat pertandingan,
Lucas Bergvall kehilangan bola dan pemain Brasil itu berlari bebas lantas menyelesaikannya dengan tenang.
Melansir BBC, kekalahan ini merupakan yang ke-17 Tottenham yang berada di posisi ke-15 di liga musim ini. Dan berdampak pada Ange Postecoglou yang semakin tertekan dengan ancaman pemecatan.(maq)
