Rennes Guncang Sang Raja: PSG Tersungkur di Brittany

Pemain PSG tengah meratapi kekalahan dari Rennes. Foto: via ESPN

edisiana.com – Brittany bergemuruh. Malam yang tak terlupakan bagi Rennes yang menjungkalkan sang pemimpin klasemen, Paris Saint-Germain, dengan skor meyakinkan 3-1.

Datang sebagai underdog — bahkan baru saja memecat pelatih Habib Beye pada awal pekan — Rennes justru menunjukkan mental baja.

Sementara PSG tiba di Brittany dengan dada membusung: tujuh kemenangan beruntun di liga, termasuk pesta 5-0 atas Marseille, dan kembali ke puncak menggeser Lens. Namun sepak bola tak mengenal memori pendek.

Rennes memberi sinyal sejak awal, bahkan sempat membentur tiang gawang. Kepercayaan diri itu terbayar pada menit ke-33.

Gelandang Yordania, Mousa Al-Tamari, menusuk dalam skema serangan balik, menemukan ruang di antara dua bek, lalu melepaskan tendangan melengkung yang memesona. Safonov terpaku. Bola bersarang. 1-0.

PSG mencoba merespons. Dominan dalam penguasaan bola, lebih agresif di depan gawang, tetapi ragu dalam penyelesaian. Dan keraguan itu dihukum.

Lepaul Terbang, Embolo Mengunci
Pertengahan babak kedua, Esteban Lepaul meloncat paling tinggi, menanduk bola melewati Matvey Safonov. Gol ke-11 musim ini bagi sang penyerang. Rennes menjauh, 2-0.

PSG sempat melihat secercah harapan. Mantan pemain Rennes, Ousmane Dembélé, memperkecil skor hanya dua menit kemudian. Aroma comeback sempat tercium.

Namun Rennes malam itu tak ingin berbagi panggung. Menit ke-81, serangan balik kilat kembali menghukum lini belakang PSG. Breel Embolo menuntaskan dengan dingin. 3-1. Tamat.

Papan Atas Memanas
Melansir ESPN, PSG memang masih bertengger di puncak. Tetapi tekanan kini nyata. Lens bisa merebut takhta jika mampu mengalahkan Paris FC pada Sabtu.

Sementara itu, Rennes melonjak ke posisi kelima, melewati Lille. Dari krisis menuju euforia dalam hitungan hari.(maq)

Exit mobile version