edisiana.com – Lecce akhirnya bernapas lega. Dalam duel penuh tensi di Stadio Via del Mare, tuan rumah menaklukkan Pisa—tim promosi yang tampil berani—dengan kemenangan tipis 1-0 berkat gol tunggal Nikola Stulic.
Pisa datang tanpa rasa takut. Tim promosi itu justru tampil dominan di menit-menit awal, mencoba mengejar kemenangan perdana mereka musim ini.
Stefano Moreo menjadi ancaman utama: satu tendangannya diblok rapat oleh lini pertahanan Lecce, sementara sundulannya masih mengarah terlalu tinggi. Ambisi sudah ada, eksekusi belum tepat.
Lecce perlahan bangkit dan mulai menyeimbangkan permainan lewat serangan balik cepat.
Lassana Coulibaly sempat melepaskan tembakan dari sisi kiri kotak penalti, tetapi bola melayang tinggi—pertanda bahwa ketegangan masih mengikat kaki para pemain tuan rumah.
Babak pertama berakhir tanpa gol. Via del Mare menunggu sesuatu untuk dirayakan, tetapi kebuntuan terus bertahan.
Baru setelah turun minum, Lecce mengubah ritme. Intensitas meningkat, tekanan meningkat—namun peluang nyata baru muncul di menit ke-70.
Riccardo Sottil melepas umpan silang matang setelah situasi sepak pojok, tapi sundulan Stulic masih terbang di atas mistar.
Tidak lama, Ylber Ramadani mencoba peruntungan dari sudut sulit, namun bola hanya melebar ke kanan.
Lecce terus mengetuk pintu, dan akhirnya pintu itu terbuka.
Nikola Stulic—yang sebelumnya menyia-nyiakan peluang—menebusnya dengan brilian. Berawal dari aksi Lameck Banda yang memaksakan ruang di sisi kiri, Stulic menerima bola dan mengarahkan tembakan mendatar ke sudut kanan bawah. Golkiper Pisa tak berkutik. 1-0, dan Via del Mare meledak.
Kemenangan tipis ini bukan hanya tiga poin, melainkan suntikan moral penting bagi Lecce yang musim ini belum stabil. Bagi Pisa, performanya menjanjikan, tapi Serie A tidak pernah memberi hadiah untuk permainan bagus—hanya untuk mereka yang bisa memanfaatkannya.
Lecce menang, Stulic jadi pahlawan, dan perjalanan Serie A kembali memanas.(maq)











