edisiana.com – Real Madrid menjadi tim yang paling sering merasakan keputusan wasit berubah setelah intervensi Video Assistant Referee (VAR).
Sejak teknologi tersebut diperkenalkan, sebanyak 42 keputusan terkait gol Los Blancos yang semula disahkan wasit di lapangan dilaporkan dibatalkan melalui tinjauan VAR.
Angka tersebut, menurut MD, setara dengan rata-rata hampir lima gol yang dianulir setiap musim. Tanpa kehadiran VAR, gol-gol tersebut berpotensi tetap tercatat sebagai gol sah dalam pertandingan.
Di bawah Real Madrid, terdapat dua klub yang juga cukup sering mengalami pembatalan gol melalui teknologi tersebut. Mereka adalah Atlético Madrid dan Villarreal, yang masing-masing tercatat mengalami 22 kali pembatalan keputusan gol.
Jumlah itu praktis hanya separuh dari catatan Real Madrid. Statistik tersebut menempatkan Los Blancos sebagai tim dengan angka pembatalan tertinggi dalam data yang dipaparkan.
Insiden terbaru terjadi saat Real Madrid menghadapi Villarreal. Gol Vinicius Junior yang sempat disahkan wasit akhirnya dianulir setelah adanya peninjauan melalui VAR.
Dalam tayangan ulang, Vinicius terlihat melakukan tarikan rambut terhadap Nathan Saliba beberapa detik sebelum mencetak gol.
Aksi tersebut menjadi titik krusial dalam proses terjadinya gol yang berpotensi membawa Real Madrid mencetak gol kedua.
Wasit utama Isidro Díaz de Mera, yang berasal dari Castilla-La Mancha, awalnya tidak melihat pelanggaran tersebut dan tetap mengesahkan gol Vinicius.
Namun, situasi berubah setelah wasit VAR Alejandro Muñiz, asal Galicia, meminta Díaz de Mera meninjau kembali insiden tersebut melalui monitor di tepi lapangan.
Setelah memeriksa tayangan ulang, wasit akhirnya mengubah keputusan awalnya. Gol Vinicius pun dianulir karena adanya pelanggaran dalam proses terciptanya gol.
Insiden tersebut kembali menyoroti peran VAR dalam mengoreksi keputusan di lapangan. Teknologi ini memungkinkan wasit meninjau kejadian penting yang mungkin terlewat saat pertandingan berlangsung, termasuk pelanggaran yang terjadi sebelum sebuah gol tercipta.
Bagi Real Madrid, pembatalan tersebut menambah panjang daftar gol yang dianulir melalui VAR.
Sementara bagi sepak bola secara keseluruhan, kejadian ini menjadi pengingat bahwa gol yang sempat dirayakan belum tentu berakhir sebagai gol sah setelah seluruh proses peninjauan selesai.(maq)
