edisiana.com – Ipswich Town mencatat kemenangan telak 5-0 atas Sheffield United pada laga Jumat malam yang penuh kejutan. Jaden Philogene menjadi bintang utama dengan mencetak hattrick senior pertamanya, sementara Sheffield United harus menelan pil pahit dengan performa pertahanan yang dianggap “berantakan” oleh sang pelatih.
Kejutan pertama datang bahkan sebelum pertandingan dimulai, saat kapten Sheffield United, Gus Hamer, terlihat duduk di bangku cadangan. Keputusan itu segera berdampak, ketika Ipswich langsung menekan sejak menit awal.
Philogene memberikan peringatan dini dengan tembakan di menit kedua yang masih bisa ditepis kiper Wes Foderingham. Tak lama kemudian, Japhet Tanganga mengancam melalui dua sundulan dari sepak pojok Harrison Burrows, namun keduanya masih melambung tipis di atas mistar.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-23 setelah kesalahan fatal dari Alex Matos, yang gagal mengantisipasi umpan silang dan malah mengarahkan bola ke jalur Philogene. Sang winger pun dengan percaya diri menceploskan bola untuk membuka keunggulan Ipswich.
Memasuki babak kedua, pertahanan The Blades kembali melakukan kesalahan serupa. Philogene, yang dibiarkan masuk ke kotak penalti tanpa kawalan, melepaskan tembakan kaki kanan untuk menggandakan keunggulan di menit ke-51.
Enam menit berselang, George Hirst memperbesar keunggulan menjadi 3-0 lewat sepakan dari sudut sempit yang melewati sela kaki Cooper.
Sheffield United mencoba merespons, dan baru pada menit ke-59 kiper Ipswich, Alex Palmer, harus bekerja keras menepis peluang dari Tom Cannon. Namun upaya tersebut tak mampu membendung laju tuan rumah.
Philogene menyempurnakan hattrick-nya di menit ke-66 lewat tembakan kaki kiri yang meluncur indah ke pojok atas gawang. Gol itu disambut meriah oleh para pendukung di Portman Road.
Menjelang akhir laga, pemain pengganti Clarke ikut mencatatkan namanya di papan skor. Ia menjadi pemain kedua yang mengalahkan Cooper lewat nutmeg, menutup pesta lima gol Ipswich dan mencatat kemenangan kandang pertama mereka di liga sejak menumbangkan Chelsea pada 30 Desember tahun lalu.
Pelatih Sheffield United, Ruben Selles, mengakui kelemahan timnya di lini belakang.
“Gol pertama datang dari intersepsi 70 yard dari gawang kami. Gol kedua mengubah permainan dan saya pikir kami berantakan. Kami bisa menganalisis perubahan dan formasinya, tapi setelah kalah 5-0, sulit membicarakan hal positif. Meski begitu, di babak pertama kami masih menunjukkan tim seperti yang kami inginkan,” ujar Selles dikutip dari BBC pada hari ini.
Kemenangan ini menjadi suntikan moral besar bagi Ipswich, sementara Sheffield United harus segera membenahi performa jika ingin kembali kompetitif.(maq)
