Thomas Frank Dapat Ujian Berat di Laga Debut Bersama Spurs Hadapi PSG di Piala Super UEFA

Yves Bissouma (depan) dicoret dari skuad Spurs. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Pelatih anyar Tottenham Hotspur, Thomas Frank, langsung dihadapkan pada tantangan besar dalam laga perdananya bersama klub London tersebut. Spurs dijadwalkan menghadapi juara Liga Champions, Paris Saint-Germain (PSG), dalam partai Piala Super UEFA yang digelar malam ini di timur laut Italia.

Spurs tampil sebagai juara Liga Europa musim lalu dan akan berhadapan dengan PSG, yang tampil gemilang di Liga Champions. Seperti tradisi setiap awal musim, kedua juara dari dua kompetisi Eropa itu dipertemukan dalam laga Super UEFA yang bergengsi.

Namun, Frank datang ke laga ini dengan pengalaman minim di kompetisi Eropa. Sepanjang karier kepelatihannya, ia hanya sempat menangani Brondby dalam beberapa kampanye singkat di Liga Europa. Sayangnya, tim asal Denmark itu gagal menembus fase kualifikasi dalam kesempatan-kesempatan tersebut.

Kini, di laga perdananya bersama Spurs, Frank harus menghadapi tekanan besar, terlebih karena sejumlah pemain inti diragukan tampil akibat cedera. Situasi diperparah dengan absennya Yves Bissouma yang dikeluarkan dari skuad karena alasan disipliner.

Frank mengonfirmasi bahwa gelandang asal Mali itu tidak ikut bepergian ke Italia. Ia dijatuhi sanksi setelah beberapa kali datang terlambat ke sesi latihan, termasuk satu insiden yang dianggap sudah “keterlaluan”.

“Dia sudah beberapa kali terlambat, dan yang terakhir itu sudah keterlaluan,” ujar Frank, dikutip dari Daily Mail, Rabu, 13 Agustus 2025.

“Dalam segala hal, Anda harus memberikan kasih sayang kepada pemain, tapi juga ada tuntutan dan konsekuensinya. Kali ini ada konsekuensinya,” tegasnya.

Bissouma sebelumnya juga pernah didisiplinkan oleh pelatih sebelumnya, Ange Postecoglou, pada Agustus tahun lalu. Saat itu, ia dicoret dari tim usai kedapatan menghirup gas nitrous oxide dari balon, tindakan yang dianggap tidak profesional.

Dengan usianya yang akan menginjak 29 tahun akhir bulan ini, Bissouma justru kembali mencoreng reputasinya di hadapan pelatih baru.

Sebuah awal yang tidak ideal jelang musim baru bagi sang gelandang maupun bagi Thomas Frank yang tengah berupaya membangun fondasi kuat di skuad Spurs.(maq)

Exit mobile version