edisiana.com – Emma Raducanu harus mengakui keunggulan Aryna Sabalenka dalam pertandingan babak 32 besar WTA Cincinnati yang berlangsung dramatis dan menegangkan selama lebih dari tiga jam. Laga sengit tersebut akhirnya dimenangkan oleh Sabalenka melalui tiebreak set ketiga, dengan skor akhir 7-6 (6-2), 4-6, 7-6 (7-5).
Sabalenka, petenis nomor satu dunia sekaligus juara bertahan di turnamen ini, memanfaatkan pengalamannya untuk mengatasi perlawanan Raducanu yang tampil impresif.
Petenis Inggris berusia 22 tahun itu menunjukkan kualitas permainan yang mengingatkan pada performanya saat menjuarai US Open 2021 — sebuah sinyal positif menjelang turnamen Grand Slam tersebut yang tinggal dua minggu lagi.
Pertandingan tak hanya berlangsung intens, tapi juga emosional. Pada set ketiga, sebuah insiden sempat menarik perhatian ketika Raducanu terganggu oleh suara seorang anak yang menangis dari tribun saat ia akan melakukan servis di momen krusial.
Dalam kondisi frustrasi, Raducanu menghentikan servisnya dan menyampaikan keluhannya kepada wasit Miriam Bley: “Ada yang menangis. Sudah sekitar 10 menit,” ujar Raducanu dinukil dari MetroSports pada hari ini.
Wasit menjawab singkat, “Itu seorang anak.” Meski sempat terganggu, Raducanu menunjukkan ketangguhan luar biasa. Ia mempertahankan servisnya setelah melalui 13 kali deuce dan menyelamatkan empat break point, membuat kedudukan imbang 4-4.
Namun, Sabalenka akhirnya keluar sebagai pemenang dalam tiebreak penentuan, sekaligus mengamankan tempat di babak 16 besar Cincinnati Open. Meski kalah, Raducanu mendapat banyak pujian atas penampilan solid dan semangat juangnya sepanjang pertandingan.(maq)
