edisiana.com – Carlo Ancelotti telah setuju untuk mengambil alih sebagai pelatih kepala tim nasional Brasil. Dan ini menjadi salah satu penunjukan yang paling menarik perhatian dalam sejarah sepak bola internasional. Bisakah bos Madrid mengakhiri kutukan timnas Brasil?
Kala jaman Pele, Brasil paling dominan memenangkan gelar Piala Dunia. Mereka
memenangkan gelar ketiga mereka pada tahun 1970. Pele, dengan tiga trofi, telah memenangkan Piala Dunia terbanyak sebagai seorang pemain.
Sejauh ini Brasil sudah meraup lima trofi 1958, 1962, 1970, 1994. Dan trofi Piala Dunia terakhir Brasil diraih pada tahun 2002. Setelah itu, negara di Amerika Selatan itu kandas. Kendati ada bintang mentereng seperti Neymar.
Bagi sebuah tim yang sangat terikat dengan identitas ‘permainan indah’ bangsanya, keputusan untuk mendatangkan pelatih asing – salah satu pelatih elite Eropa – menandakan keinginan kuat untuk menang dan ambisi Selecao yang sedang berjuang untuk membalikkan keadaan.
“Ancelotti adalah pilihan utama karena ia memiliki tradisi kesuksesan yang tak tertandingi, menang di lima negara,” kata pakar sepak bola Amerika Selatan Tim Vickery seperti dilansir BBC pada Selasa, 13 Mei.
Selama lebih dari satu abad sepak bola internasional, federasi sepak bola Brasil sebagian besar enggan mempercayakan jabatan puncaknya kepada manajer asing.
Hanya tiga orang non-Brasil yang pernah memimpin tim, dan mereka hanya melatih tujuh pertandingan secara keseluruhan.
Pemain Uruguay Ramon Platero menjadi yang pertama pada tahun 1925 dan menangani empat pertandingan, Joreca asal Portugal menangani dua pertandingan pada tahun 1944.
Sedangkan pemain Argentina Filpo Nunez menjadi pelatih asing terakhir, menangani satu pertandingan pada tahun 1965.
Ancelotti akan menjadi raksasa Eropa sejati pertama yang memimpin, dengan lemari trofi yang dihiasi termasuk lima gelar Liga Champions dan kesuksesan trofi domestik di Italia, Inggris, Prancis, Spanyol, dan Jerman.
Ada struktur tanpa hambatan, yang memungkinkan talenta Brasil seperti Vinicius Jr dan Rodrygo untuk mengekspresikan diri mereka sambil menjaga disiplin.
“Vinicius Jr benar-benar senang bekerja dengannya. Dia akan senang dengan penunjukan ini,” ujar Vickery.
“Namun, bukan hanya dia. Anda juga bisa melihat gelandang Manchester United Casemiro kembali memperkuat lini tengah mereka – yang selama ini menjadi salah satu posisi utama yang perlu diperhatikan,” sambung menjelaskan.
Sementara para kritikus berpendapat, eksternalia kesulitan dengan berbagai pengaturan taktis, tetapi Ancelotti tahu cara mendapatkan yang terbaik darinya – menyederhanakan perannya, meningkatkan kepercayaan dirinya, dan memberikan kebebasan dalam sistem yang terstruktur.
“Ancelotti akan bertindak sebagai penangkal petir untuk setiap kritik yang diterima timnya – yang akan meringankan tekanan pada para pemain,” tutur Vickery.(maq)
