Penjualan Mobil Listrik Tesla Anjlok

83
Penjualan mobil listrik Tesla mengalami penurunan. Foto: via Daylimail

edisiana.com – Industri mobil listrik sedang terpuruk. Dilaporkan penjualan Tesla dan pesaingnya dari Tiongkok, BYD, sama-sama anjloknya.

Melansir media Inggris Daylimail, kedua perusahaan tersebut, yang merupakan penjual kendaraan listrik terbesar di dunia terpaksa menurunkan harga. Hal itu dilakukan demi meningkatkan permintaan mobil mereka yang saat ini menghadapi persaingan ketat, khususnya di Tiongkok.

Hampir setiap model yang dibuat oleh perusahaan BYD mengalami penurunan harga jual, disertai dengan slogan: listrik lebih murah daripada minyak. Dan seiring perang harga yang terus berkecamuk di Tiongkok, yang merupakan pasar kendaraan listrik terbesar di dunia.

Dalam laporan itu juga menyebutkan industri mobil tradisional bahwa rata-rata pembeli enggan membeli mobil listrik karena harganya lebih mahal dibandingkan alternatif bertenaga bensin.

BACA JUGA:  Gvardiol Datang, Laporte Hengkang dari Etihad

Selain juga karena waktu pengisian ulang yang lama serta infrastruktur pengisian daya yang buruk.

Akibat keterpurukan penjualan mobil listrik ini, produsen mobil  Mercedes-Benz hingga Ford mengumumkan menghapus memproduksi kendaraan listrik (EV) lebih lanjut karena permintaan melambat di Inggris dan luar negeri. 

Pada akhir Februari Apple membatalkan pengerjaan proyek mobil listriknya yang diberi nama Titan dan Aston Martin menunda peluncuran kendaraan listrik baterai (BEV) pertamanya hingga tahun 2026.

Pada kuartal pertama tahun ini, Januari hingga Maret, Tesla hanya  mengeluarkan 386.810 mobil. Angka terendah sejak kuartal ketiga tahun 2022 dan turun lebih dari seperlima dibandingkan akhir tahun lalu.

BACA JUGA:  Prediksi Berbatov: West Ham Vs City Tepat, MU Vs Brighton Meleset

Angka ini juga merupakan penurunan sebesar delapan persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan bertentangan dengan ekspektasi penjualan sekitar 450.000 mobil pada kuartal tersebut, yang tidak dapat dipenuhi.

Setelah Tesla mengumumkan kabar tersebut, sahamnya turun sekitar lima persen.

BYD, yang menjual mobil hibrida plug-in serta mobil listrik sepenuhnya, memposting pembaruan yang mengatakan pihaknya menjual 300.114 EV – setelah menyalip Tesla pada akhir tahun lalu.

Pada saat itu, Tesla menyalahkan penghentian pabrik yang diakibatkan oleh gangguan di Laut Merah dan serangan pembakaran yang dilakukan oleh pengkampanye lingkungan di Jerman .

Angka-angka juga menunjukkan bahwa penjualan mobil listrik baru telah melambat di dalam negeri Inggris.

BACA JUGA:  Jerman Terseok-seok Cuma Kantongi Satu Poin

Laporan komite House of Lords pada bulan Februari mengatakan penjualan kendaraan listrik mandeg di kalangan pengendara pribadi karena banyak yang tidak mampu membelinya dan karena lambatnya penerapan pengisi daya umum – terutama di daerah pedesaan.

Laporan itu juga menjelaskan bahwa penjualan kendaraan listrik baru kepada pembeli mobil pribadi anjlok sebesar 25 persen pada bulan lalu jika dibandingkan dengan Januari 2023.

Dan angka tahunan menunjukkan bahwa proporsi penjualan mobil listrik telah turun dari 16,6 persen pada tahun 2022 menjadi 16,5 persen pada tahun lalu – penurunan pertama kalinya.(maq)

BAGIKAN