Enzo Fernandez Nyaris Pingsan
edisiana.com – Cuaca panas ekstrem di Amerika Serikat selama gelaran Piala Dunia Antarklub 2025 menjadi tantangan besar bagi para pemain, terutama yang berasal dari Eropa. Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, bahkan mengaku hampir pingsan saat bermain dalam kondisi tersebut.
Pemain berusia 24 tahun itu telah tampil dalam enam pertandingan penuh bersama Chelsea sepanjang turnamen dan akan kembali menjadi andalan dalam partai final menghadapi Paris Saint-Germain di New Jersey, Minggu ini.
Namun, tiga laga terakhir The Blues dimainkan dalam kondisi yang digambarkan sebagai “panas ekstrem”, dengan suhu mencapai 38 derajat Celsius. Peringatan cuaca ekstrem juga dikeluarkan otoritas setempat, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas fisik berat di luar ruangan.
“Sejujurnya, panasnya luar biasa. Beberapa hari yang lalu saya harus berbaring di tanah karena pusing sekali,” ungkap Fernandez seperti dilansir Daily Mail pada hari ini.
“Bermain dalam suhu seperti ini sangat berbahaya — bagi kami para pemain, penonton di stadion, dan mereka yang menontonnya di rumah. Permainannya jadi jauh lebih lambat, tidak seperti biasanya.”
Manajer Chelsea, Enzo Maresca, turut menyuarakan keluhan terhadap jadwal dan kondisi latihan yang sangat terbatas akibat suhu tinggi. “Mustahil mengadakan sesi latihan normal,” ujarnya.
Para pemain dan staf pelatih juga mempertanyakan keputusan penyelenggara yang tetap menggelar pertandingan di sore hari demi menyesuaikan waktu tayang di Eropa dan Afrika, meskipun risiko panas bagi pemain sangat tinggi.
Menutup komentarnya, Fernandez yang diprediksi akan masuk dalam skuad Argentina untuk Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, berharap ada perubahan ke depan.
“Semoga tahun depan mereka ubah jadwalnya, setidaknya agar tetap menjadi tontonan sepak bola yang indah dan menarik, bukan seperti ini,” tutupnya.(maq)









