edisiana.com – Manchester City berada dalam tekanan besar jelang pekan ke-36 Premier League. Menjamu Crystal Palace pada Rabu malam (13/5/2026), The Citizens tak memiliki pilihan selain menang jika ingin menjaga peluang juara musim ini tetap hidup.
Saat ini pasukan Pep Guardiola masih tertahan di posisi kedua klasemen sementara Premier League. Kemenangan atas Palace akan memangkas jarak menjadi dua poin dari pemuncak klasemen, Arsenal.
Karena itu, kehilangan poin bisa menjadi pukulan telak bagi ambisi City mempertahankan asa juara. Guardiola pun menilai laga kali ini tidak akan berjalan mudah.
Pelatih asal Spanyol tersebut mengaku selalu kesulitan menghadapi Palace, termasuk saat masih ditangani Roy Hodgson hingga kini di bawah komando Oliver Glasner.
“Pertandingan melawan Palace selalu sulit, terutama di bawah Roy Hodgson dan sekarang Oliver Glasner,” ujar Guardiola dinukil dari Sport Mole pada hari ini.
“Mereka masuk final Eropa, tetapi mungkin kesulitan di Liga Premier karena banyak perubahan,” imbuhnya.
Meski demikian, Guardiola mendapat kabar positif jelang pertandingan. Gelandang andalan mereka, Rodri, maupun Abdukodir Khusanov disebut sudah dalam kondisi fit dan berpeluang tampil sebagai starter.
Namun, Guardiola juga telah menyiapkan opsi lain apabila Rodri belum siap bermain sejak menit awal.
Nama Tijjani Reijnders berpotensi kembali dipercaya menjadi starter di Premier League setelah pekan lalu tampil untuk pertama kalinya sejak Januari.
Selain itu, Nico González atau Nico O’Reilly kemungkinan akan diduetkan dengan kapten tim Bernardo Silva di lini tengah City.(maq)
