edisiana.com – United kembali tampil mengecewakan di hadapan pendukungnya, kalah dari West Ham yang sebelumnya tanpa kemenangan dalam delapan laga.
Ruben Amorim secara terbuka mempertanyakan masa depannya sendiri, mengisyaratkan akan mengundurkan diri jika tren buruk berlanjut ke musim depan.
“Kami kehilangan perasaan bahwa kami adalah klub besar. Jika kami tidak lagi takut kalah dalam laga seperti ini, maka itu adalah hal paling berbahaya yang bisa terjadi pada klub besar,” kata Amorim seperti dilansir BBC pada Senin, 12 Mei.
Amorim menyiratkan bahwa masalah di timnya bukan sekadar taktik atau hasil, tetapi juga menyangkut mentalitas dan rasa hormat terhadap sejarah klub.
Dengan hasil ini, tekanan terhadap Amorim meningkat tajam, dan musim panas bisa menjadi titik balik besar bagi masa depan Manchester United.
Tim asuhan Amorim hanya mampu mengalahkan duo tim yang terdegradasi, Ipswich dan Leicester di liga sejak 26 Januari dan sedang dalam rekor tanpa kemenangan terburuk mereka di Liga Primer, yakni tujuh pertandingan.
“Semua orang di sini harus berpikir serius tentang banyak hal.Semua orang memikirkan final [Liga Europa]. Final bukanlah masalahnya. Kami memiliki hal-hal yang lebih besar untuk dipikirkan,” jelasnya.
“Saya berbicara tentang diri saya sendiri dan budaya di klub serta budaya di tim. Kita perlu mengubah itu,” pungkasnya.(maq)










