edisiana.com – Borussia Dortmund dan Inter Milan akan saling menerkam demi satu tiket ke babak knockout Liga Champions. Rabu malam nanti, Eropa menahan napas.
Hanya satu poin yang memisahkan kedua raksasa sebelum laga terakhir fase liga. Inter datang dengan keunggulan tipis, tapi Dortmund punya senjata paling menakutkan: Signal Iduna Park.
Skuad asuhan Niko Kovac tahu situasinya. Mereka butuh sedikit bantuan dari hasil lain untuk menghindari playoff, namun peluang mereka tersingkir dari 24 besar nyaris mustahil.
Tanpa beban, Dortmund justru berbahaya. Targetnya jelas: kemenangan ke-100 di panggung tertinggi Eropa.
Dan Dortmund bukan tim biasa musim ini. Mereka adalah tontonan. Empat gol ke gawang Athletic Bilbao, Villarreal, dan Copenhagen menjadi bukti.
Total 19 gol telah mereka lesakkan di Liga Champions—hanya kalah subur dari Arsenal, Bayern Munich, dan sang juara bertahan PSG.
Di kandang? Ceritanya berbeda. Dua kemenangan dan satu hasil imbang di rumah sendiri memperpanjang mitos Signal Iduna Park sebagai benteng angker.
Dari 21 laga kandang terakhir Liga Champions, Dortmund hanya tumbang sekali. Neraka Kuning siap menyala lagi.
Di sisi lain, Inter Milan datang dengan luka. Tiga kekalahan beruntun di Liga Champions—kontras tajam dengan empat kemenangan beruntun di awal fase.
Tim Cristian Chivu belum pernah kalah empat kali berturut-turut di level elit Eropa, dan itu menjadi motivasi tambahan.
Kekalahan dramatis di menit akhir melawan Atletico Madrid menjadi awal mimpi buruk yang ingin segera mereka akhiri. Apalagi secara keseluruhan, Inter hanya kalah tiga kali dari 27 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Menukil Sport Mole, rekor tandang mereka pun mengerikan: delapan kemenangan, hanya sembilan kali kebobolan dari 10 laga tandang. Statistik Italia terbaik. Modal kepercayaan diri? Jelas. Tapi mereka juga tahu, statistik sering runtuh di bawah gemuruh Signal Iduna Park.
Rabu malam nanti, ini bukan sekadar pertandingan.Ini adalah duel mental, sejarah, dan nyali. Dortmund atau Inter — siapa yang bertahan, siapa yang jatuh?(maq)










