Bola, Seleb  

Savio, Anak Petani Brasil yang Bersinar Bersama Girona

Sávio sangat membantu Girona untuk mengejar target Liga Champions. Foto: via ESPN

edisiana.com – Nama Sávio Moreira de Oliveira, alias Sávio bersinar seiring penampilannya bersama Girona. Pemain Brasil ini sudah mencetak 10 gol sepanjang musim ini. Siapakah dia?

Savio bertubuh mungil. Dan baru berusia 19 tahun. Ia dibesarkan oleh ibu dan kakek- neneknya di pertanian São Mateus di pantai Atlantik tenggara Brasil.

Dia sempat bergabung tim Ligue 2 Prancis Troyes dan kemudian dibeli Manchester City. Tapi belum sempat bermain untuk City, dia dipinjamkan ke Girona. Yang juga klub milik City Football Group.

Selama peminjamannya dia telah mencetak 10 gol dan delapan assist musim ini. Dia adalah salah satu alasan utama mengapa Girona, akan masuk Liga Champions, musim depan.

“Saya menyadari pengaruh gaya permainan saya bagi orang-orang.Saya suka ketika menghasilkan beberapa trik teknis dan para penggemar bersorak karena itu,” jelas Sávio dikutip dari ESPN pada hari ini.

Selama periode performa Girona menurun yang ditandai dengan kekalahan dari  Athletic Club dan Mallorca ditambah kekalahan telak melawan Real Madrid di Bernabeu, Sávio menghasilkan tiga gol dalam dua kemenangan mereka di pertandingan terakhir.

Yakni di kandang melawan Rayo Vallecano dan, di stadion akhir pekan lalu dalam kekalahan 2-0 dari Osasuna .

Aksinya dalam menggiring bola dengan memberikan umpan dengan backheel ke Aleix García membuat decak kagum. Kemudian dengan menggunakan kaki kirinya untuk mengarahkan bola ke panel jauh gawang Osasuna.

Sepanjang musim terdapat lebih dari cukup bukti bahwa pemain sayap berkaki kiri ini memiliki bakat yang lengkap. Baik teknis, antisipasi, atletis, dan kapasitas untuk belajar.

 Sávio mengakui ini merupakan bulan-bulan yang penuh ujian baginya. “Saya lebih suka bermain di sayap kanan dan bermain dengan kaki kiri,” ujarnya.

Perkembangan seperti itu di lingkungan yang benar-benar baru, melawan rival terbesar dalam karir singkatnya meskipun diminta untuk meninggalkan posisi pilihannya, sangatlah mengesankan.

Sávio adalah pemain muda, yang menjanjikan. Dia menonjol dibandingkan rekan setimnya seperti Yangel Herrera,  Aleix García, Paulo Gazzaniga, Eric García,  Borja García, Pablo Torre, dan Miguel Gutiérrez. 

Rekan satu tim ini, masing-masing, pernah tercatat di Manchester City, Barcelona, ​​​​Tottenham Hotspur atau Real Madrid. Karena satu dan lain hal, tidak masuk dalam peringkat. 

Namun beda saat diasuh oleh manajer Míchel, yang menghidupkan konsep kepelatihan Guardiola. Dia satu-satunya pemain yang punya pengalaman LaLiga  sebelumnya sebagai pelatih.

Míchel optimis, klubnya bisa mendapat sembilan atau 10 poin lagi memastikan bahwa klub kecil Catalan ini, masuk Liga Champions musim depan.

Yang belum pernah bermain melawan tim Inggris, Jerman, Italia, Prancis, atau Belanda. Dan juga menghadapi PSG, Inter Milan. Bayern Munich, Arsenal, Liverpool, dan sejenisnya musim depan.

Dan menghasilkan puluhan juta euro dalam prosesnya. Artinya, Sávio, jika ia tetap berada di tempatnya sekarang atau dipinjamkan kembali, selama ia tetap fit, akan memainkan minimal delapan pertandingan Liga Champions di bawah sistem baru UEFA yang akan memulai debutnya pada bulan September.(maq)

Exit mobile version