Bos Timnas Prancis Bidik Tropi Ketiga

Didier Deschamps. Foto: Getty

Bola, edisiana.com Didier Deschamps mulai membidik tropi Piala Dunia di Qatar. Kini tim besutan timnas Prancis sudah masuk ke semifinal usai menang 2-1 melawan Inggris pada Ahad dinihari. 

Diketahui Deschamps sudah pernah memenangkan Piala Dunia pertamanya bersama Prancis sebagai pemain pada tahun 1998. Kemudian dia mengangkat trofi sebagai manajer pada tahun 2018.

Kini tim besutannya tinggal dulu langkah mencapai puncak. Yang semifinal akan melawan Maroko untuk lolos ke final pada 18 Desember. 

Dia mengaku pada pertandingan perempat final versus Three Lins, timnya beruntung. Karena secara teknis dan fisik tim Inggris luar biasa kuat. 

“Sangat brilian bagi para pemain untuk berada di empat besar lagi. Kami sedikit beruntung meskipun kami memberikan dua penalti tapi kami tetap memimpin dengan hati dan nyali kami,” jelas Deschmps dikutip dari Daylimail pada hari ini. 

Prancis tidak dalam performa terbaiknya tampil dinihari tadi, tapi memanfaatkan peluang mereka untuk mencapai semifinal Piala Dunia

“Itu adalah pertandingan yang membuat frustrasi Three Lions yang merasa seolah-olah lebih banyak keputusan seharusnya berjalan sesuai keinginan mereka,” tambah bos timnas Prancis itu. 

Kane bisa mendapat penalti di babak pertama setelah tantangan oleh Dayot Upamecano. Namun wasit hadiah penalti. 

Baru ketika Bukayo Saka dilanggar oleh bek Prancis  dalam mengejar defisit gol pembuka Tchouameni. 

Bintang Tottenham sukses mencetak penalti pertamanya sebelum Giroud mencetak gol untuk membuat Les Bleus unggul.

Inggris diberikan penalti lain dengan waktu kurang dari sepuluh menit. Saat Mason Mount menerobos masuk ke kotak penalti kemudian dilanggar oleh Theo Hernandez.

Cuma kali ini Kane gagal. Dia menendang bola melambung di atas mistar. Padahal bila gol terjadi Kane menyalip rekor Inggris Wayne Rooney setelah menyamai totalnya 53 gol. 

Deschamps tidak peduli bahwa timnya lolos meskipun Inggris sedikit lebih baik dari permainan itu.  

“Saya telah menonton semua perempat final, tidak ada tim yang lolos ke semi final yang mengendalikan pertandingan mereka untuk semua, atau bahkan mungkin sebagian besar waktu,” ujarnya. 

“Saya lebih suka jika kami tidak memberi Inggris beberapa hadiah, tetapi mereka berada pada level yang sangat tinggi,” imbuhnya lagi.(maq)

Exit mobile version