Sabah Keok Dihajar MU 4-0 di Liga Champions

Pemain Manchester United, Cunha memecahkan gol perdananya di Champions. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Manchester United mengawali perjalanan di Liga Champions dengan langkah meyakinkan. Menjamu Sabah, Setan Merah tampil dominan dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 4-0 pada Jumat dini hari WIB.

United langsung menunjukkan perbedaan kelas sejak awal pertandingan. Cunha menjadi pembuka pesta gol setelah sebelumnya Mickels gagal memanfaatkan peluang emas yang dimiliki Sabah.

Keunggulan tersebut membuat permainan United semakin nyaman. Fernandes kemudian menggandakan skor melalui eksekusi tenang yang membuat Sabah semakin kesulitan mengembangkan permainan.

BACA JUGA:  West Ham Tekuk Southampton 2-4, The Hammers Melaju ke Putaran Ketiga

Setan Merah belum berhenti. Sesko ikut mencatatkan namanya di papan skor. Dia berhasil melewati Pokatilov sebelum menceploskan bola ke gawang kosong. United pun menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.

Selepas jeda, pertandingan berlangsung lebih tenang. United tidak lagi bermain dengan intensitas tinggi seperti pada babak pertama. Namun, tekanan mereka tetap menghasilkan gol keempat.

Martinez mencetak gol termudahnya dalam laga tersebut. Gol itu tercipta setelah Pokatilov kehilangan konsentrasi akibat umpan tumit Zirkzee.

BACA JUGA:  Indonesia Menang, eh Jepang vs Arab Main Kacamata Pula

Proses gol bermula dari tendangan bebas cepat yang diambil Fernandes. Bola kemudian diteruskan Zirkzee dengan umpan tumit sebelum Martinez menyelesaikan peluang tersebut.

Skor 4-0 menjadi gambaran jelas perbedaan kelas kedua tim. Meski demikian, United layak mendapat pujian karena tetap bermain profesional hingga pertandingan berakhir.

Namun, menukil ESPN, ujian sesungguhnya baru menanti. Anak asuh Michael Carrick harus bertandang ke Metropolitano untuk menghadapi Atletico Madrid pada laga Liga Champions berikutnya.

Pertandingan tersebut bakal menjadi tolok ukur yang lebih serius bagi United. Sebab, Atletico tentu menawarkan tantangan yang jauh berbeda dibanding Sabah.(maq)