edisiana.com – Timnas Brasil mencatat sejarah kelam dalam perjalanan mereka menuju Piala Dunia setelah menelan kekalahan mengejutkan 0-1 dari Bolivia di El Alto, Selasa, 10 September. Hasil tersebut menempatkan Selecao di posisi kelima klasemen akhir kualifikasi zona CONMEBOL—hasil terburuk mereka sejak format kualifikasi saat ini diadopsi pada 1998.
Gol tunggal kemenangan Bolivia tidak hanya mengguncang Brasil, tetapi juga memastikan tuan rumah mengamankan satu tempat di babak play-off antarkonfederasi untuk Piala Dunia tahun depan. Sementara itu, kekalahan ini menjadi yang keenam bagi Brasil sepanjang proses kualifikasi—rekor terburuk mereka dalam sejarah.
Brasil, yang kini diasuh oleh Carlo Ancelotti sejak Mei lalu, menutup kampanye kualifikasi dengan 28 poin hasil dari delapan kemenangan, empat imbang, dan enam kekalahan. Ini adalah total poin terendah yang pernah mereka raih dalam sejarah kualifikasi Piala Dunia.
Ancelotti, yang memimpin dalam empat pertandingan terakhir, mencatat dua kemenangan, satu hasil imbang tanpa gol melawan Ekuador, dan kekalahan pahit dari Bolivia. Bertanding di Stadion Municipal de El Alto, yang terletak di ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut, Brasil kesulitan menampilkan permainan terbaiknya.
“Pertandingan ini sangat sulit, baik secara teknis maupun fisik. Ini laga yang istimewa dalam segala hal—unik. Kami akan mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan-pertandingan mendatang dan tiba di Piala Dunia dalam kondisi prima,” ujar Ancelotti dikutip dari MetroSports.
Persaingan Ketat di Zona CONMEBOL
Argentina keluar sebagai juara grup dengan 38 poin, unggul 10 poin dari Brasil. Sementara itu, Ekuador (29 poin), Kolombia (28 poin), dan Uruguay (28 poin) melengkapi empat besar.
Brasil finis kelima dengan poin yang sama seperti Uruguay dan Kolombia, namun kalah dalam selisih gol. Paraguay juga mengumpulkan 28 poin, namun harus puas berada di posisi keenam karena kalah produktivitas gol.
Tiga negara yang gagal melaju ke Piala Dunia adalah Venezuela, Peru, dan Chili, yang ketiganya tampil mengecewakan dan menempati posisi terbawah klasemen.
Catatan Hitam dalam Sejarah Brasil
Brasil tak pernah finis di luar empat besar sejak format round-robin 10 negara ini diterapkan. Pencapaian terburuk mereka sebelumnya adalah peringkat ketiga pada edisi 2002—yang kemudian berakhir manis dengan gelar juara dunia di Korea Selatan-Jepang. Dalam empat edisi kualifikasi terakhir, Brasil selalu tampil sebagai juara grup.
Hasil ini jelas menjadi tamparan keras bagi tim Samba, yang kini harus mempersiapkan diri dari jalur yang lebih menantang untuk menghadapi Piala Dunia tahun depan.(maq)
