edisiana.com – Marseille akhirnya bangkit dari tren negatif. Setelah menelan dua kekalahan beruntun, tim asal Prancis itu sukses menundukkan Metz dengan skor meyakinkan 3-1 dalam lanjutan Ligue 1.
Kemenangan ini sekaligus memperburuk posisi Metz yang masih terbenam di dasar klasemen. Dengan lima laga tersisa, ancaman degradasi kian nyata secara matematis.
Sejak awal laga, Marseille langsung tampil agresif. Peluang pertama hadir pada menit kedelapan melalui Pierre-Emerick Aubameyang.
Namun, upaya mantan striker Arsenal itu masih mampu digagalkan kiper Metz, Pape Sy.
Tak butuh waktu lama, Aubameyang kembali menebar ancaman. Pada percobaan berikutnya, striker asal Pantai Gading itu sukses memecah kebuntuan.
Menerima umpan dari Mason Greenwood, Aubameyang melepaskan tembakan akurat dari tengah kotak penalti ke sudut kiri atas gawang.
Menjelang turun minum, Marseille menggandakan keunggulan. Kali ini Igor Paixão mencatatkan namanya di papan skor.
Berawal dari serangan balik cepat yang dimotori Greenwood, Paixão melepaskan sepakan dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut kiri bawah gawang Metz.
Memasuki babak kedua, Metz mencoba bangkit. Hasilnya, Giorgi Tsitaishvili mampu memperkecil ketertinggalan di awal paruh kedua.
Ia mencetak gol lewat tendangan kaki kiri dari sisi kiri kotak penalti yang mengarah ke tengah gawang. Meski demikian, Marseille tetap mendominasi jalannya pertandingan.
Sejumlah peluang tercipta, termasuk sepakan keras Greenwood yang mengarah ke sudut kiri gawang. Namun, penampilan gemilang Pape Sy di bawah mistar kembali menggagalkan peluang tersebut.
Marseille akhirnya memastikan kemenangan lewat gol Hamed Traoré. Gelandang tersebut sukses menuntaskan peluang dengan sepakan ke sudut kiri bawah gawang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 untuk kemenangan Marseille tetap bertahan. Hasil ini menjadi modal penting bagi Marseille untuk kembali ke jalur positif, sementara Metz kian terpuruk di ambang degradasi.(maq)
